Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Inspeksi Jalur Rantauprapat-Aek Nabara
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan melakukan inspeksi bersama di jalur kereta api Stasiun Rantauprapat Baru hingga Stasiun Aek Nabara (Dok. KAI Divre I Sumut)
  • PT KAI Divre I Sumatra dan BTP Medan melakukan inspeksi jalur Rantauprapat Baru–Aek Nabara sepanjang 18,5 km untuk memastikan keandalan infrastruktur sebelum dioperasikan kembali.
  • Kegiatan ini juga bertujuan memitigasi risiko keamanan serta menjaga aset perkeretaapian yang berstatus Objek Vital Nasional agar siap digunakan dengan standar keselamatan tinggi.
  • Peningkatan jumlah penumpang di Stasiun Rantauprapat mendorong percepatan kesiapan jalur baru guna memperkuat konektivitas transportasi dan mendukung integrasi mobilitas masyarakat di wilayah Sumatra.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2017

Proyek pembangunan jalur kereta api Rantauprapat – Kota Pinang dimulai oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari PSN Trans Sumatra.

2020

Pembangunan jalur kereta Rantauprapat – Kota Pinang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

semester I 2024

Stasiun Rantauprapat mencatat 204.152 pelanggan naik dan turun, menjadi dasar peningkatan volume penumpang di tahun-tahun berikutnya.

semester I 2025

Jumlah pelanggan di Stasiun Rantauprapat naik 18 persen menjadi 240.408 orang dibandingkan periode sebelumnya.

semester I 2026

Tren positif berlanjut dengan kenaikan 7 persen, total pelanggan mencapai 258.416 orang di Stasiun Rantauprapat.

18 Juli 2026

KAI Divre I Sumatra dan BTP Medan melakukan inspeksi bersama jalur kereta api dari Stasiun Rantauprapat Baru hingga Aek Nabara untuk memastikan keandalan infrastruktur.

19 Juli 2026

Manager Humas KAI Divre I Sumatra menjelaskan hasil inspeksi yang bertujuan memastikan kesiapan jalur dan mitigasi risiko keamanan sesuai ketentuan Obvitnas.

kini

Jalur Rantauprapat Baru – Aek Nabara belum dioperasionalkan, namun disiapkan untuk mendukung integrasi konektivitas transportasi di Sumatra.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Inspeksi bersama dilakukan pada jalur kereta api Rantauprapat Baru–Aek Nabara untuk memastikan keandalan infrastruktur dan kesiapan operasional menjelang potensi lonjakan penumpang di wilayah tersebut.
  • Who?
    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan, dengan keterangan dari Manager Humas KAI Divre I Sumatra, Anwar Yuli Prastyo.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di lintas sepanjang 18,5 kilometer antara Stasiun Rantauprapat Baru hingga Stasiun Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara.
  • When?
    Inspeksi dilakukan pada Sabtu, 18 Juli 2026, dan disampaikan kepada media pada Minggu, 19 Juli 2026.
  • Why?
    Tindakan ini bertujuan memitigasi risiko keamanan, menjaga aset perkeretaapian sebagai Objek Vital Nasional, serta mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang di Stasiun Rantauprapat yang terus meningkat sejak 2024.
  • How?
    Pemeriksaan dilakukan langsung terhadap kondisi rel, jembatan, dan fasilitas stasiun. Tim gabungan menilai kelayakan teknis serta memastikan seluruh aspek keselamatan perjalanan terpenuhi sebelum jalur dioperasionalkan kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang-orang dari kereta api dan pemerintah pergi lihat rel di Rantauprapat sampai Aek Nabara. Mereka mau pastikan rel, jembatan, dan stasiun aman dan bagus. Jalur itu belum dipakai tapi disiapkan biar nanti bisa jalan lagi. Sekarang penumpang kereta makin banyak, jadi mereka kerja keras supaya semua siap dan orang bisa naik dengan aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Inspeksi jalur Rantauprapat–Aek Nabara menunjukkan langkah proaktif dalam menjaga keandalan dan keamanan infrastruktur perkeretaapian. Upaya bersama KAI Divre I Sumatra dan BTP Medan ini mencerminkan tanggung jawab terhadap aset negara sekaligus kesiapan menghadapi peningkatan penumpang yang terus tumbuh, menandakan kepercayaan publik yang semakin kuat terhadap layanan transportasi kereta api di wilayah tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan melakukan inspeksi bersama di jalur kereta api Stasiun Rantauprapat Baru hingga Stasiun Aek Nabara, pada Sabtu (18/7/2026) kemarin.

Lintas sepanjang 18,5 kilometer itu merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur KA Rantauprapat – Kota Pinang yang dibangun Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Proyek yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Trans Sumatra ini dimulai sejak 2017 dan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 pada 2020. Saat ini jalur tersebut belum dioperasionalkan.

Manager Humas KAI Divre I Sumatra, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan inspeksi difokuskan untuk memastikan keandalan seluruh infrastruktur.

"Inspeksi bersama ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi prasarana, mulai dari jalur rel, jembatan, hingga fasilitas stasiun pada lintas tersebut," ujar Anwar, Minggu (19/7/2026).

1. Memitigasi risiko keamanan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan melakukan inspeksi bersama di jalur kereta api Stasiun Rantauprapat Baru hingga Stasiun Aek Nabara (Dok. KAI Divre I Sumut)

Selain memeriksa kelaikan teknis, kegiatan ini juga bertujuan memitigasi risiko keamanan serta menjaga aset perkeretaapian dari aksi vandalisme.

Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, seluruh aset perkeretaapian termasuk jalur, stasiun, dan prasarana pendukungnya merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan kepentingan strategis negara.

"Penjagaan dan pengawasan ini kami maksudkan agar jika sewaktu-waktu jalur ini akan diaktifkan, seluruh aspeknya telah memenuhi syarat, terutama dari sisi keselamatan perjalanan," kata Anwar.

2. Antisipasi pertumbuhan penumpang di Rantauprapat

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan melakukan inspeksi bersama di jalur kereta api Stasiun Rantauprapat Baru hingga Stasiun Aek Nabara (Dok. KAI Divre I Sumut)

Kesiapan operasional jalur baru dinilai penting seiring tingginya pertumbuhan volume penumpang di Stasiun Rantauprapat. Stasiun yang terhubung langsung dengan jalur Rantauprapat Baru – Aek Nabara ini dilayani 6 hingga 8 perjalanan KA Sribilah Utama maupun Fakultatif setiap hari.

Berdasarkan data tiga tahun terakhir, jumlah pelanggan terus meningkat. Pada semester I 2024 tercatat 204.152 pelanggan naik dan turun. Angka itu naik 18 persen menjadi 240.408 pelanggan pada semester I 2025.

Tren positif berlanjut pada semester I 2026 dengan kenaikan 7 persen. Stasiun Rantauprapat berhasil melayani 258.416 pelanggan. Dalam kurun dua tahun, jumlah pelanggan bertambah hingga 54 ribu orang.

"Data pertumbuhan ini menjadi bukti nyata tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Labuhanbatu dan sekitarnya terhadap moda transportasi kereta api. Masyarakat membutuhkan transportasi umum yang aman, nyaman, dan memiliki kepastian jadwal perjalanan," ungkap Anwar.

3. Diharapkan mempercepat integrasi konektivitas transportasi di Sumatra

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan melakukan inspeksi bersama di jalur kereta api Stasiun Rantauprapat Baru hingga Stasiun Aek Nabara (Dok. KAI Divre I Sumut)

KAI Divre I Sumatra menegaskan komitmen untuk menjaga aset negara sekaligus menyambut potensi besar angkutan massal di masa depan.

"Melalui inspeksi bersama ini, KAI Divre I Sumatra berkomitmen penuh memelihara dan mengamankan seluruh aset perkeretaapian agar tetap dalam kondisi prima demi kepentingan strategis negara," pungkas Anwar.

Ia berharap kesiapan jalur lintas Rantauprapat Baru hingga Aek Nabara nantinya dapat menjawab tingginya mobilitas masyarakat dan mempercepat integrasi konektivitas transportasi di Sumatra.

Curated For You

Editorial Team

Related Article