Aksata Pangan berkolaborasi dengan JW Marriott menggelar kegiatan edukasi dan pembagian makanan di Yayasan Pendidikan Anak Cacat Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Kepala SLB-D YPAC Medan, Sribudiati, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai program Aksata Pangan sangat cocok untuk anak-anak disabilitas.
" Salah satunya mengenalkan tentang makanan, expired makanan, makanan yang tidak bisa dimakan dan makanan yang masih layak dimakan. Untuk anak-anak kita disabilitas itu sangat cocok karena mereka akhirnya bisa tahu. Tandanya dari warna makanan, kemudian dari aroma dan lain sebagainya," jelas Sribudiati.
Ia juga berharap kerja sama dengan JW Marriott dapat berlanjut, khususnya dalam bentuk magang bagi siswa. "Kami berharap ada kontribusi dari JW Marriott untuk anak-anak kita yang memiliki kemampuan agar mereka bisa magang atau berpartisipasi di sana," ucapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Sekolah SLB-C YPAC sekaligus Kepala Pusat Rehabilitasi Anak YPAC Medan, Suratno. Ia menyebut kepedulian Aksata Pangan dan JW Marriott menjadi kegembiraan tersendiri bagi YPAC.
" Yang kami harapkan adalah mereka bisa menampung anak-anak paling tidak untuk magang. Tadi juga kami ceritakan ada anak kita yang bekerja di Grand Mercure. Itu jadi semangat tersendiri. Di JW Marriott sudah ada anak disabilitas, tapi itu tuli. Yang ini adalah anak tuna grahita yang di bawah rata-rata," kata Suratno.
YPAC Medan sendiri telah berdiri sejak 1975 dan menjadi salah satu sekolah khusus tertua di Medan. Pihak sekolah berharap kolaborasi ini dapat membuka akses lebih luas bagi anak disabilitas untuk mendapatkan pelatihan dan kesempatan kerja.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Aksata Pangan untuk mendukung pencapaian SDGs, khususnya dalam pemenuhan pangan dan pemberdayaan kelompok rentan di Kota Medan.