Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Mengantisipasi Mobil Alami Aquaplaning saat Hujan

5 Tips Mengantisipasi Mobil Alami Aquaplaning saat Hujan
ilustrasi ban mobil (unsplash com/Obi - @pixel8propix)
Share Article

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan musim hujan masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia hingga Februari 2025. Peningkatan curah hujan ini turut mengakibatkan kecelakaan lalu lintas karena kondisi jalan yang licin dan tergenang air.

Aquaplaning adalah kondisi dimana ban kendaraan kehilangan traksi atau penapakan pada permukaan jalan saat melewati genangan air hujan di jalanan. Fenomena ini dapat menyebabkan kehilangan kendali atas kendaraan, terutama bagi pengemudi truk yang sering berhadapan dengan kondisi jalan yang basah.

Dalam menghadapi jalanan licin, diperlukan keterampilan khusus untuk menghindari aquaplaning, terutama ketika truk membawa muatan penuh. Berikut sejumlah tips untuk mengantisipasi aquaplaning selama musim hujan ini. Yuk simak:

1. Tekanan angin sesuai standar

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Frank Albrecht)
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Frank Albrecht)

Pertama, pastikan tekanan udara di setiap ban sesuai dengan rekomendasi produsen. Tekanan udara yang kurang atau berlebih dapat memengaruhi kinerja ban dan meningkatkan risiko aquaplaning. 

2. Cek kedalaman tapak ban

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Goh Rhy Yan)
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Goh Rhy Yan)

Kedua, Selain itu, pengendara perlu memeriksa kedalaman tapak pada setiap ban karena tapak yang aus dapat mengurangi traksi dan meningkatkan risiko kehilangan kendali, terutama saat melintasi jalanan basah.

Caranya, adalah dengan melihat Tread Wear Indicator (TWI) yang dapat ditemukan pada dinding ban. Jika tanda segitiga TWI sudah menyentuh tapak ban, maka ban harus segera diganti.

3. Kurangi kecepatan saat berkendara di jalan yang basah

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Robert Laursoo)
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Robert Laursoo)

Ketiga, kurangi kecepatan saat berkendara di jalan yang basah. Semakin tinggi kecepatan, semakin besar gaya angkat yang terjadi pada ban sehingga semakin mudah ban tergelincir di atas air.

Ketika hujan, disarankan pengendara untuk mengurangi kecepatan setidaknya 10 km/jam dari kondisi normal.

Perlu diketahui, kecepatan yang lebih rendah memberikan lebih banyak waktu bagi ban untuk mengalami kontak dengan permukaan jalan, meningkatkan traksi, dan mengurangi risiko hilang kendali. 

4. Hindari jalur air berlebih di jalan

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Robert Laursoo)
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Robert Laursoo)

Keempat, ketika berkendara dalam kondisi hujan, disarankan untuk menghindari jalur air berlebih di jalanan. Hindari melintasi genangan air yang terlalu dalam dan jalur dengan air yang mengalir deras, karena hal ini dapat meningkatkan risiko aquaplaning.

Sebaiknya, pilih jalur di tengah jalan yang biasanya memiliki kedalaman air yang lebih rendah, sehingga traksi ban dapat tetap optimal.

5. Jangan panik saat terjadi aquaplaning

Ilustrasi orang memeriksa ban mobil (Freepik/senivpetro)
Ilustrasi orang memeriksa ban mobil (Freepik/senivpetro)

Namun, apabila pengendara mengalami aquaplaning, hal terpenting yang harus dilakukan yaitu tetap tenang agar tidak kehilangan kendali atas kendaraannya. Cobalah menahan setir tetap lurus dan hindari menginjak pedal rem. Ikuti arah tanpa melawan, dan perlahan koreksi traksi.

Hindari pengereman mendadak, sebab bisa menyebabkan selip dan melintir. Perhatikan faktor seperti tekanan udara ban, keausan, dan kondisi suspensi untuk mencegah aquaplaning yang lebih parah. Jika memungkinkan, arahkan kendaraan ke tepi jalan untuk mengurangi risiko tabrakan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More

Ini 3 Pemenang Astra Honda SDGs Future Leaders 2026 Regional Sumut

27 Jun 2026, 21:00 WIBNews