Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sebanyak 45 Murid SD Riau Keracunan MBG, SPPG Mahudun Kena Sanksi
Kepala KPPG Pekanbaru dr Syartiwidya (IDN Times/ istimewa)
  • KPPG Pekanbaru memproses penangguhan seluruh aktivitas SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri setelah 45 siswa SD di Dumai diduga keracunan MBG.
  • Sebanyak 43 siswa dari SDN 13 dan dua dari SDN 15 mengalami keracunan setelah mengonsumsi bakso oreg berbau basi; 43 sudah pulang, dua masih dirawat.
  • Polisi menyelidiki kasus ini dengan mengumpulkan bahan keterangan dan mengambil sampel sisa makanan. SPPG tersebut menyalurkan MBG kepada 3.199 penerima manfaat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dumai, IDN Times - Pasca puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Dumai, Provinsi Riau, mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru yang membawahi wilayah kerja Provinsi Riau, Kepulauan Riau dan Sumatra Barat (Sumbar), langsung memproses Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mahudun Untuk Negeri.

Demikian dikatakan Kepala KPPG Pekanbaru dr Syartiwidya saat dikonfirmasi IDN Times melalui pesan aplikasi WhatsApp.

"Sedang kami proses," kata Syartiwidya, Kamis (13/8/2026).

Dilanjutkannya, adapun proses yang dimaksud, yakni melakukan suspend atau penghentian/penangguhan sementara terhadap seluruh aktivitas di SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri.

"Nota dinas dari saya untuk suspend SPPG itu," lanjut Syartiwidya.

Diketahui, sebanyak 45 siswa SD Negeri di Kota Dumai mengalami keracunan pasca mengkonsumsi MBG dari SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri. Ke 45 siswa itu, berasal dari SD Negeri 13 dan 15. Adapun rinciannya, sebanyak 43 siswa dari SD Negeri 13 dan dua siswa dari SD Negeri 15.

Keracunan yang dialami puluhan siswa SD tersebut, dikarenakan menu bakso oreg yang telah mengeluarkan bau tidak sedap atau basi. Atas hal tersebut, puluhan siswa itu dilarikan ke RSUD dr Suhatman Kota Dumai untuk mendapatkan penanganan medis.

1. SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri salurkan MBG untuk 3.199 orang

Ini SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri yang berada di Jalan Gajah Mada Kota Dumai (IDN Times/ IG sorotdumai)

Berdasarkan data yang diterima IDN Times, SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri, menyalurkan MBG untuk penerima manfaat sebanyak 3.199 orang. Yang mana, Kepala SPPG tersebut bernama Bilfan Sofian. Sedangkan pemilik dapur atau vendor, bernama Salman Alfarizi.

Berikut ini rincian MBG yang disalurkan SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri di Kota Dumai:

  • SDN 13, 404 orang penerima manfaat

  • SDN 015, 423 orang penerima manfaat

  • Yayasan Al-Huda, 107 orang penerima manfaat

  • SLB Negeri Dumai, 133 orang penerima manfaat

  • SDN 017, 248 orang penerima manfaat

  • SMPN 23, 479 orang penerima manfaat

  • SMPN 2, 1067 penerima manfaat

  • Posyandu Buluh Kasap, 338 orang, dengan rincian 95 orang Ibu hamil dan 243 balita.

2. 43 siswa sudah dipulangkan, 2 lagi masih dirawat

Para siswa mendapatkan pertolongan pertama di RSUD Kota Dumai pasca keracunan MBG (IDN Times/ istimewa)

Terkait dengan penanganan medis di RSUD dr Suhatman Kota Dumai, diketahui hampir seluruh siswa yang keracunan sudah diperbolehkan pulang kerumah. Meskipun begitu, tersisa dua siswa yang masih menjalani perawatan medis di RSUD tersebut.

"43 (siswa) sudah pulang kerumahnya. Dua anak lagi masih dirawat," ucap Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan.

3. Penyelidikan sedang berjalan

Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setiawan (IDN Times/ dok Polres Dumai)

Terkait dengan proses hukum, AKBP Fatikh menambahkan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan. Dimana, saat ini pihaknya melakukan Pulbaket dan telah mengambil sampel sisa makanan MBG yang dikonsumsi puluhan siswa SD tersebut.

"Proses hukum tetap kami lakukan, penyelidikan sedang berjalan," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article