Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
12 Penerbangan di Pekanbaru Delay Akibat Asap Karhutla
Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru (IDN Times/ Fanny Rizano)
  • Sebanyak 12 penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, terdiri dari enam keberangkatan dan enam kedatangan, sempat tertunda akibat jarak pandang turun hingga 100 meter.
  • Operasional penerbangan kemudian kembali normal setelah jarak pandang meningkat menjadi 3.000 meter; bandara mencatat dua keberangkatan dan dua kedatangan sedang beraktivitas.
  • BMKG menyebut kabut tebal dipengaruhi kelembapan udara 100 persen, embun, dan asap kiriman dari Sumatra Selatan; pihak bandara memantau cuaca bersama BMKG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pekanbaru, IDN Times - Belasan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Provinsi Riau, mengalami penundaan atau delay akibat kabut asap tebal, Selasa (13/10/2026). Adapun totalnya, 12 penerbangan yang terdiri dari 6 penerbangan keberangkatan dan 6 penerbangan kedatangan.

Demikian dikatakan Executive General Manager (EGM) Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Achmad.

"Penundaan dikarenakan fog (kabut). Karena jarak pandang di bandara tadi sempat turun hingga 100 meter," kata Achmad.

Diketahui, kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru saat ini, merupakan kiriman dari Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) yang masih mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

1. Jarak pandang 3.000 meter, aktivitas penerbangan kembali normal

Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru (IDN Times/ IG bandarassk2pku)

Lebih lanjut Achmad menyampaikan, saat ini aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sudah kembali normal. Yang mana, jarak pandang di bandara saat ini berada di angka 3.000 meter.

"Sekarang sudah mulai normal, jarak pandang berada pada angka 3.000 meter," lanjutnya.

Berdasarkan data operasional bandara, tercatat ada 4 penerbangan yang sedang beraktivitas. Diantaranya 2 penerbangan keberangkatan dan 2 penerbangan kedatangan.

2. Gandeng BMKG, pihak bandara pantau perkembangan cuaca secara berkala

General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Achmad (IDN Times/ dok manajemen Bandara SSK II Pekanbaru)

Terkait dengan kondisi kabut asap tersebut, Achmad menyebut, pihaknya menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), untuk terus memantau perkembangan cuaca secara berkala.

"Tujuannya demi memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan," sebut Achmad.

3. Ini penjelasan BMKG soal kabut tebal

Meskipun kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru, aktivitas warga tetap berjalan. Salah satu seperti di foto ini, seorang ibu diatas perahunya sedang mencari ikan (IDN Times/ Fanny Rizano)

Sementara itu, BMKG Kota Pekanbaru mengatakan, kabut tebal yang menyelimuti Kota Pekanbaru pagi tadi, dipengaruhi dengan tingginya kelembapan udara yang mencapai 100 persen, disertai embun dan kekaburan udara akibat asap. Demikian dikatakan Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Deby C.

Menurutnya, kondisi kekaburan udara di Kota Pekanbaru pada pagi tadi, merupakan perpaduan kabut asap dan embun akibat kelembapan udara yang sangat tinggi.

"Untuk pagi tadi, kekaburan udara kabut asap disertai embun karena kelembapan udara yang tinggi mencapai 100 persen," kata Deby.

Ditambahkannya, seiring dengan berjalannya waktu dan munculnya matahari, kabut diperkirakan semakin menipis.

"Saat ini sudah menipis," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article