Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Versi Paman Tersangka, Aditya Hasibuan dan Korban Sudah Berdamai
Polda Sumut geledah rumah AKBP Achiruddin Hasibuan, ayah dari Aditya Hasibuan pelaku penganiayaan remaja 18 tahun (IDN Times/Prayugo Utomo)

Medan, IDN Times - Keluarga Aditya Hasibuan, tersangka pelaku penganiayaan menceritakan kronologis yang berbeda dengan yang diungkap keluarga KA (18), korban. Menurut mereka setelah penganiayaan itu, terjadi perdamaian dan bahkan Aditya dan KA makan bersama dengan AKBP Achiruddin Hasibuan. 

“Saya ingin sedikit bercerita yang sesungguhnya dari adik atau keponakan kami. Jadi yang terlihat itu adalah sepotong cerita atau rangkaian dari cerita yang sebelumnya,” ucap paman Aditya bernama Ongku Hasibuan saat mendatangi Kantor TV One.

1. Berawal korban tak terima ada foto cewek bernama Safira bersama teman Aditya

Paman Aditya, Ongku Hasibuan datangi kantor stasiun tv swasta (screenshoot YouTube Tv One)

Menurutnya, cerita tersebut berawal dari sebuah acara di Jakarta. Saat itu, Aditya bersama temannya Kasmal. Lanjut Ongku, Kasmal membawa cewek bernama Safira. Mereka berfoto dan sampailah foto ini kepada KA.

“Anak ini (KA saat itu) berada di London. Dia bertanya kepada Adit, karena dia cuma kenal Adit dia tidak kenal Kasmal. Kemudian Adit menjawab tanya aja lah sama Safira sendiri,” jelasnya.

2. Isi chat memicu perdebatan antara KA dan Aditya

Paman Aditya, Ongku Hasibuan datangi kantor stasiun tv swasta (screenshoot YouTube Tv One)

Kemudian, Ongku mengatakan mulai dari situ memicu perdebatan dikarenakan isi chat dari KA kalimat kasar hingga meminta untuk ketemu.

“Ketika Adit di Medan, dan anak ini (KA) di Medan kemudian ngajak ketemuan. Pas ketemuan itu di dekat SPBU ceritanya itu tapi mereka tidak berkelahi. Kemudian Adit memukul kaca mobil tetapi tidak terjadi apa-apa dari sebelah kanan, itu kira-kira jam 10 malam (pukul 22.00 WIB),” katanya.

Lanjut Paman Aditya, mengatakan saat pukul 02.00 wib Ken mendatangi rumah Aditya.

"Satpam, abang keluar, nah bapaknya keluar juga. Kata bapaknya kalau mau menyelesaikan masalah secara jantan satu lawan satu ya. Jangan main keroyok ya. Yaudah terjadilah perkelahian itu. Mereka (kawan-kawannya) dilerai jangan sampai ada yang ikut-ikutan,” jelas paman Aditya.

Dalam kronologis perkelahian ini, awalnya Aditya berada di posisi bawah kemudian KA di bawah.

“Nah, itulah yang viral itu. Setelah itu, mereka damai oleh adik kami diajak damai itu ada semua videonya, makan nasi goreng sama-sama malah si KA ini diberikan uang untuk pengobatan ke rumah sakit,” ucapnya.

3. Paman sebut KA dan Aditya sempat sepakat untuk berdamai usai perkelahian

Paman Aditya, Ongku Hasibuan datangi kantor stasiun tv swasta (screenshoot YouTube Tv One)

Usai perdamaian, tepat pukul 4.16 wib Subuh Ken sempat menanyakan kondisi Aditya dengan mengirim chat. Aditya membalas bahwa, perkelahian ini telah usai dan Ken meminta tidak diviralkan video tersebut. “Mereka sudah sepakat berdamai dan tidak ada persoalan,” katanya.

Sehingga hal perkelahian ini dianggap telah selesai dengan berdamai satu sama lainnya.

Paman Aditya menilai, kasus ini karena adanya pengaduan usai orangtua Aditya kembali dari Jakarta.

“Saya mohon supaya kasus ini jangan dibuat seolah-olah terjadi penganiayaan. Ini adalah perkelahian dua anak muda karena kesalahpahaman. Adit itu sebenarnya korban karena yang membawa pacar Ken itu bukan Adit tapi itu si Kasmal, gak ada urusannya sama Adit sebenarnya,” kata Ongku.

Usai perdamaian ini, paman Aditya mengatakan seharusnya tidak ada pengaduan. "Jadi sama-sama mengadu. Nah, ini kan diproses kok satu lagi tidak diproses ini tidak ada keadilan. Saya berharap, kejadian ini kan anak-anak biasalah bahwa ada sedikit luka okelah. Kalau menurut saya ini diselesaikan secara restorative justice jangan sampai ini melebar kemana-mana. Ini bukan penganiayaan, bukan pengeroyokan atau disengaja untuk menganiaya tetapi ini adalah satu perkelahian anak-anak muda,” jelas Ongku.

4. Keluarga korban sebut tak ada perdamaian

Elfi, ibu kandung KA, korban penganiayaan Aditya Hasibuan, anak pejabat Polda Sumut AKBP Achiruddin Hasibuan. (Istimewa)

Sebelumnya pihak keluarga korban menceritakan versi berbeda. Menurutnya tak ada perdamaian. Elfi, Ibu korban mengatakan, Achiruddin pernah datang ke rumah mereka pada 29 Desember 2022 lalu. Namun bukan perdamaian yang terjadi. Achiruddin malah bikin keributan. Dia mengamuk.

Elfi bercerita, saat itu suaminya mengatakan bahwa mereka kaget. Lantaran anaknya yang baru pulang untuk berlibur dari Inggris dalam kondisi babak belur. Namun mendengar itu Achiruddin, lanjut Elfi seolah tidak terima. Achiruddin merasa tidak terima karena anaknya dimaki-maki.

“Pak Achiruddin emosi, jadinya ribut di rumah saya dan tidak ada jalan perdamaian lagi. Harusnya Pak Achiruddin jangan marah-marah di rumah saya,” kata Elfi.

Sebelumnya video penganiayaan Aditya Hasibuan terhadap KA viral di media sosial. Kasus itu dipicu obrolan di media sosial. Kemudian Aditya melakukan perusakan spion mobil mini cooper yang dikendarai KA, 21 Desember 2022.

Pada 22 Desember 2022, KA dan beberapa temannya datang ke rumah Adit. Mereka ingin meminta pertanggungjawaban kerusakan spion. Bukan ganti rugi, malah bonyok didapat. KA dianiaya dengan brutal dan disaksikan langsung oleh AKBP Achiruddin. Bahkan dia juga menyemangati anaknya untuk terus menghajar KA.

AKBP Achiruddin dicopot dari jabatannya sebagai Kabag Bin Ops Ditnarkoba Polda Sumut sejak awal April lalu. Dia terbukti melakukan pembiaran dan pelanggaran kode etik kepolisian.

Editorial Team

Related Article