Polisi Dalami Laporan WN Irak Yang Melakukan Aksi Begal di Batam

Batam, IDN Times - Seorang wanita muda di Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengaku menjadi korban pembegalan oleh pengemudi ojek online yang diduga merupakan Warga Negara Irak.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Dwi Ramadhanto membenarkan adanya kejadian tersebut dan korban telah melaporkan kejadian itu ke Satreskrim Polresta Barelang.
“Benar kami menerima laporan seorang perempuan yang diduga menjadi korban kekerasan oleh pengemudi ojek online pada Jumat, 31 Mei 2024 lalu,” kata Kompol Dwi Ramadhanto, Rabu (5/6/2024).
1. Kronologi dugaan WN Irak pelaku begal di Batam

Kompol Dwi Ramadhanto menjelaskan, kejadian ini berlangsung pada, Kamis (30/5) lalu. Saat itu korban memesan ojek online di Kota Batam untuk diantarkan ke kediamannya.
“Menurut laporan korban, ia memesan ojek online dari kawasan food court 98 di Lubuk Baja dengan tujuan Patam Lestari, Sekupang. Namun, pengemudi ojek online tersebut membawa korban berputar-putar tidak sesuai rute,” ujarnya.
Melihat gelagat yang mencurigakan, korban menegur pengemudi ojek online WN Irak tersebut dan langsung diantar ke tujuannya.
“Setibanya di tujuan, korban membayar ongkos sebesar Rp22 ribu. Saat hendak pergi, pengemudi yang diduga imigran Irak tersebut menarik tangan korban dan terjadi kontak fisik,” tegasnya.
2. Polisi lakukan penyelidikan

Atas adanya laporan tersebut, kini pihak kepolisian dari Satreskrim Polresta Barelang masih melakukan penyelidikan dan korban s dang menjalani proses visum.
“Kita masih menunggu hasil visum. Identitas pelaku yang diduga WNA juga masih dalam pendalaman. Akan kami sampaikan nanti jika sudah ada perkembangan,” tutup Kasat Reskrim Polresta Barelang.
3. Pengungsi WNA di Batam mencapai angka signifikan

Kota Batam, Kepulauan Riau, menjadi salah satu lokasi penampungan bagi pengungsi warga negara asing (WNA) yang jumlahnya terus bertambah.
Berdasarkan data terbaru dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), jumlah pengungsi WNA di Batam mencapai angka yang signifikan.
Data UNHCR menunjukkan bahwa hingga pertengahan tahun 2024, terdapat lebih dari 2.000 pengungsi WNA yang berada di Batam.
Para pengungsi ini berasal dari berbagai negara yang tengah dilanda konflik dan krisis kemanusiaan, seperti Afghanistan, Irak, Somalia, dan Suriah.
Para pengungsi di Batam umumnya tinggal di pusat penampungan sementara sambil menunggu proses resettlement atau pemindahan ke negara ketiga yang bersedia menerima mereka.



















