Marak Hoaks Penculikan Anak, Polda Sumut Minta Orangtua Tetap Waspada

Medan, IDN Times- Isu penculikan anak marak belakangan ini. Termasuk di Medan. Beredar pesan berantai lewat aplikasi WhatsApp yang menimbulkan kepanikan di kalangan orangtua.
"Tadi di Sekolah Al Musabbihin Komplek Tasbih ada upaya penculikan anak, beruntung aksi org tersebut digagalkan masyarakat" demikian petikan pesan chat yang diteruskan berkali-kali lewat WhatsApp.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (3/2/2023) memastikan kabar soal penculikan anak tersebut hoaks.
"Soal beredarkan kabar (penculikan anak) di beberapa media sosial itu adalah hoaks. Mabes Polri juga menyatakan itu hoaks," ucap Hadi.
1. Belum ada laporan masuk di Polda Sumut soal penculikan anak

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi. (Dok Polda Sumut) Hadi juga memastikan sampai sejauh ini belum ada laporan masuk soal penculikan anak yang masuk ke jajaran kepolisian.
"Sejauh ini kita tidak menemukan atau mendapatkan laporan terkait dengan hal itu," sebut Hadi.
2. Meskipun hoaks, Polda Sumut minta orangtua awasi anaknya

Ilustrasi hoaks (IDN Times/Sukma Shakti) Meski kabar penculikan hoaks, Hadi meminta orangtua tetap mengawasi anaknya secara intens. . "Apabila menemukan kecurigaan terhadap orang yang gerak geriknya mencurigakan segera melaporkan ke pihak kepolisian, ada Babinsa, ada Bhabin Kamtibmas kemudian polsek dan Polres terdekat," beber Hadi.
3. Orangtua waspada dan berusaha jemput anaknya pulang sekolah

Ilustrasi siswa madrasah diniyah. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra Sementara itu orangtua-orangtua murid juga gencar membicarakan soal kabur penculikan anak. Untuk itu mereka mengatakan akan lebih intens mengawasi anaknya saat pergi atau pulang sekolah maupun di rumah.
"Walaupun ada yang bilang hoaks, tapi tetap harus waspada. Apalagi jemput ke sekolah harus tepat waktu, karena guru juga tidak mungkin bisa mengawasi semua anak," kata Santi (36), salah seorang orangtua murid.






















