Gudang solar ilegal milik PT ANR di dekat rumah AKBP Achiruddin (IDN Times/Indah Permata Sari)
Menyinggung terkait gudang solar ilegal milik AKBP Achiruddin yang telah digeledah oleh Ditreskrimum Polda Sumut bersama Pertamina, Ridwan juga mengatakan bahwa tak pernah melihat ada aktivitas di lahan tertutup tersebut.
"Kami disini tahunya itu milik Pak Achiruddin,” ujarnya.
Hal ini telah ada aduan dari warga dengan aroma solar di lahan tertutup tersebut. Tapi pihak Kepling hingga Lurah belum melakukan tindakan apapun dikarenakan juga takut dengan AKBP Achiruddin yang dikenal sangat arogan.
Sementara itu, Lurah Helvetia Timur, Teguh menjelaskan untuk bangunan atau lahan pendistribusian solarnya tidak diketahui bahkan selalu tertutup dengan pagar seng-seng.
“Kalau bangunan ini kan selalu tertutup, jadi kalau kami pas gotongroyong atau lewat ya tertutup. Kami gak tahu aktivitas didalam. Saya pikir itu bengkel," katanya.
Teguh tidak ada menaruh sedikit kecurigaan, dan mengira bahwa lahan ini dijadikan tempat untuk perbengkelan.
Lahan tertutup ini diakui sudah ada sejak masa pandemik COVID-19, tahun 2021. “Pas COVID kemarin. Kita juga fokus penanganan COVID kemarin itu,” katanya.
Saat ditanya, apakah ada aktivitas mobil yang berlalu-lalang. Teguh menjawab bahwa dirinya tak mengetahui.
“Kalau saya tahunya siang. Asal saya lihat keliling gak ada. Tapi tadi barusan dibilang kawan malam hari ada mobil boks masuk keluar,” katanya.
Meskipun bau atau aroma minyak solar ini sangat menyengat kepada masyarakat sekitar, Teguh mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa bersuara dalam hati saja.
"Kalau warga pasti tercium bau solar tapi hanya dalam hati saja,” jelasnya.