Komplotan Ninja Sawit PTPN IV Ditangkap, Bikin Kerugian Rp100 M

Medan, IDN Times – Polda Sumatra Utara mengungkap kasus pencurian kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV. Mereka menangkap enam orang yang diduga terlibat.
Para pelaku yang diduga berkomplotan ini antara lain; RS, JMS, KMD, IH, SMD, dan JM. Karena aksi pencurian itu, PTPN IV merugi hingga Rp100 miliar.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyuni mengatakan pencurian itu terjadi di perkebunan PTPN IV di Afdeling 4 Kebun Bangun, Desa Talun Kondot dan Afdeling 2 Kebun Bah Birong Ulu Desa Sukamulia Nagori Pinang Ratus, Kabupaten Simalungun.
1. Para pelaku sudah melakukan pencurian selama 3 tahun terakhir

Hadi menjelaskan, para pelaku ini sudah beraksi selama tiga tahun terakhir. Mereka melakukan pencurian dengan perencanaan yang matang. Mereka sudah beraksi selama tiga tahun terakhir.
“Modusnya mereka melakukan ini dengan mengambil atau mendodos sawit, dikumpulkan dan dibawa ke penadah,” ujar Hadi, Rabu (12/6/2024).
2. Bisa menjual 20 ton sawit curian per minggu

Kelima pelaku punya peran yang berbeda. Ada yang sebagai pendodos (ninja), dan satu orang penadah.
Mereka ditangkap pada 31 Mei 2024. Setiap minggunya, para pelaku bisa menjual sebanyak 20 ton buah sawit ke penadah.
"Kita mengamankan enam orang pelaku. Dari keenam orang ini ada yang berperan sebagai pengambil atau pendodos, pengirim dan penadahnya. (Penadah) setiap kali menerima hasil curian bisa sampai 20 ton per minggu," jelasnya.
3. Polisi mendalami keterlibatan oknum di perusahaan

Kata Hadi, para pelaku merupakan warga yang tinggal di seputar perkebunan. Mereka pun masih mendalami kenapa aksi pencurian itu langgeng terjadi. Bahkan termasuk dugaan ada keterlibatan oknum di PTPN IV.
"Ditreskrimsus juga mendalami keterlibatan pelaku lainnya. Ini kerugiannya luar biasa dan tentu mengganggu hasil sektor perkebunan itu sendiri dan signifikannya adalah penurunan hasil panen yang seharusnya didapatkan oleh perusahaan (Keterlibatan pekerja PTPN) seperti yang tadi saya sampaikan, proses ini sedang didalami terus oleh teman-teman penyidik krimsus, karena taksiran dari yang tiga tahun itu sudah sangat signifikan kerugiannya. Jadi, kita dalami semuanya," pungkasnya.


















