Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Keluarga Korban Minta Mabes TNI Usut Penganiayaan di Sibiru-biru
Salamta Tarigan, keluarga Raden Barus yang tewas dikeroyok sejumlah orang di dekat rumahnya (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Deli Serdang, IDN Times - Penyerangan terhadap sejumlah warga di Desa Selamat Kecamatan Sibiru-biru terus menuai atensi dari masyarakat. Raden Barus (61) merupakan korban meninggal yang dikeroyok oleh sejumlah orang terduga anggota TNI.

Kini jasad Raden Barus telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan juga turut hadir mengikuti upacara kematian Raden Barus.

Kepada IDN Times, keluarga Raden Barus akhirnya angkat bicara. Untuk penyelesaian kasus ini, pihak keluarga menyebutkan bahwa mereka telah sepenuhnya mempercayakan kepada Pangdam I Bukit Barisan.

1. Keluarga berharap petinggi TNI bisa menyelesaikan kasus tewasnya Raden Barus

TKP meninggalnya Raden Barus dikeroyok sekelompok orang (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Saat didatangi awak media, keluarga Raden Barus tengah berkumpul. Salamta Tarigan mewakili seluruh keluarga berharap agar kasus ini bisa dituntaskan dengan arif oleh petinggi TNI.

"Sudah ditangani. Karena kami yakin ini sampai ke Mabes. Jadi harapan kami ke depannya kepada petinggi TNI (bisa) menyelesaikan masalah ini," kata Salamta, Senin (11/11/2024) sore.

Kepada awak media, keluarga besar dari Raden Barus berharap kasus ini bisa segera dituntaskan. Di mana mereka memercayai sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Kodam I Bukit Barisan.

"Itu sudah kami serahkan kepada semua aparat TNI dan sudah semuanya ditangani dan diproses sesuai dengan perkataan Pangdam. Sesuai dengan ucapan mereka, harus ditindaklanjuti dan akan diberi tindakan buat mereka (para terduga pelaku)," tuturnya.

2. Keluarga percayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada petinggi

Salamta Tarigan, keluarga Raden Barus yang tewas dikeroyok sejumlah orang di dekat rumahnya (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Keluarga besar disebut Salamta telah melepas kepergian Raden Barus. Namun penegakan hukum terhadap kasus ini mereka meminta harus tetap dilakukan.

"Kita tidak minta nyawa berganti nyawa. Tapi meminta sesuaikanlah hukuman untuk mereka, karena kita manusia yang masih menghargai iman," jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa besar harapan keluarga kepada petinggi TNI untuk menuntaskan permasalahan ini. Mereka kini hanya menunggu saja.

"Meski tidak membuat laporan karena kami yakin sudah diautopsi atau sudah sampai masalah ini ke internasional, jadi itu sudah diselesaikan sama aparat TNI," pungkasnya.

3. Raden meninggal dunia karena ingin mengetahui apakah cucunya terlibat perkelahian

Kepala Dusun III Desa Selamat, Binawanti (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Meninggalnya Raden Barus masih menyisakan ingatan masyarakat setempat. Termasuk Kepala Dusun III Desa Selamat, berdasarkan informasi yang dihimpunnya Raden meninggal di tempat kejadian.

"Pak Raden meninggal karena dia mau melihat cucunya yang ia pikir terlibat keributan. Belum sampai ke tempat cucunya, mereka sudah menghajarnya," beber Binawanti selaku Kepala Dusun III Desa Selamat.

Raden meninggal dunia setelah mendapatkan sejumlah luka di tubuhnya. Termasuk kepalanya yang dikatakan Binawanti sudah mengeluarkan banyak darah.

"Luka seperti kepalanya itu lembek, matanya kena colok semacam luka tusuk. Menurut warga, (mereka) ada yang bawa senjata tajam, kayu dan sebagainya," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article