Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Karhutla Sumut 2024, Lahan Seluas 3.768 Lapangan Bola Terbakar

Karhutla Sumut 2024, Lahan Seluas 3.768 Lapangan Bola Terbakar
ilustrasi kebakaran hutan (pixabay.com/Matthias Fischer)
Share Article

Medan, IDN Times – Kasus kebakaran hutan dan lahan mendominasi di Sumatra Utara sepanjang 2024. Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut ada 237 kejadian Karhutla sepanjang 2024.

Luas hutan yang terbakar 2.638, 265 hektare. Angka ini setara dengan 2.638 lapangan bola berstandar FIFA.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Tuahta Ramajaya Saragih pada acara Kaleidoskop Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sumatera Utara Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, di Jalan Ngumban Surbakti Medan, Rabu (8/1/2025).

1. Ada 677 bencana alam terjadi di Sumut

ilustrasi banjir (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)
ilustrasi banjir (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)

Karhutla ini termasuk ke dalam 677 kejadian bencana alam di Sumut. Bencana alam lainnya yang terjadi sepanjang tahun 2024 berupa tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem, gelombang pasang, kekeringan, epidemik dan wabah penyakit.

Bencana alam yang terjadi memberikan dampak kerusakan di sejumlah sektor, seperti pemukiman, pendidikan, kesehatan, peribadatan, perkantoran, fasilitas umum, jembatan dan kios.

“Deli Serdang, Tapanuli Selatan, Karo, Mandailing Natal, adalah wilayah yang terdampak bencana paling banyak. Sepanjang tahun 2024, berdasar data PUSDALOPS PB BPBD Provinsi Sumut tercatat jiwa yang ikut terdampak yakni 63 jiwa meninggal dunia, 176 jiwa terluka, 4.878 jiwa mengungsi, 297.241 jiwa menderita,” kata Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih.

2. Terus lakukan koordinasi dengan BMKG

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

BPBD Sumut, kata Tuahta, di tahun 2025 terus melakukan koordinasi dan sinergitas dengan BMKG dalam hal memonitoring dan mengevaluasi apa saja yang akan dilakukan ke depannya. Ia mengatakan, dari kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, BPBD Sumut melaksanakan komunikasi, informasi edukasi kepada masyarakat, mulai dari keluarga, siswa, dan unsur aparatur pemerintah daerah, serta penguatan ketahanan daerah.

“Di tahap kesiapsiagaan seperti itu, sebagai tanggap darurat kita siapkan bantuan logistik ke kabupaten/kota yang telah dianggarkan di APBD. Kemudian melakukan pendampingan melalui tim reaksi cepat yang terdiri dari unsur Pemda dengan melihat status daerah, siaga, transisi (melakukan kaji kebutuhan bencana),” katanya.

3. Ada 108 kejadian bencana hidrometeorologi

ilustrasi banjir rob (unsplash.com/Prabu Panji)
ilustrasi banjir rob (unsplash.com/Prabu Panji)

Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho menyampaikan kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang terjadi sepanjang tahun 2024 sebanyak 108 kejadian. Bulan Oktober adalah waktu terbanyak terjadi bencana.

“Secara umum bencana pada tahun 2024 disebabkan karena adanya konvergensi dan belokan angin, di Wilayah Sumatera Utara, serta adanya faktor global IOD negative dan faktor regional MJO yang berada di Samudera Hindia,” terangnya.

Diketahui, bahwa Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan fenomena interaksi antara atmosfer dan lautan yang terjadi di wilayah ekuator Samudera Hindia. Sementara Madden Julian Oscillation (MJO) merupakan suatu gelombang atau osilasi non seasonal yang terjadi di lapisan troposfer yang bergerak dari barat ke timur dengan periode kurang lebih 30-60 hari.

Curah hujan tahun 2025, lanjut Hendro, diprediksi mendekati kondisi normal meskipun terdapat potensi La Nina lemah pada awal tahun. Meski demikian, bencana hidrometeoroli tetap harus menjadi perhatian dan kewaspadaan semua pihak.

“Potensi banjir dan longsor perlu diwaspadai pada awal tahun 2025 dan akhir tahun 2025 yang merupakan periode musim hujan. Sedangkan potensi kekeringan yang akan berdampak pada pertanian dan kebakaran hutan perlu diwaspadai pada musim kemarau tahun 2025,” pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More

Pria di Aceh Jaya Serahkan Diri Usai Bacok Penderes Getah hingga Tewas

19 Jun 2026, 06:24 WIBNews