Ilustrasi tenaga honorer yang lulus menjadi PPPK. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Polemik perekrutan PPPK untuk formasi guru di Kabupaten Mandailing Natal terus menghangat dalam beberapa waktu terakhir. Informasi yang dihimpun, para peserta memrotes hasil ujian CAT. Lantaran ada peserta yang nilainya justru dikurangi.Di sisi lain, ada sejumlah peserta yang nilai hasil ujian CAT dibilang tak terlalu tinggi, namun dinyatakan lulus.Dalam seleksi PPPK, Pemkab Madina juga melaksanakan Ujian Seleksi Kompetensi Teknis (SKT) tambahan bagi peserta PPPK formasi guru.
Ujian SKT ini juga diduga sebagai modus melakukan kecurangan. Lantaran para peserta tidak mendapatkan hasil yang transparan."Ada yang lulus, padahal nilainya saat ujian CAT itu tidak tinggi. Kalau ada dibilang peserta yang lulus harus punya sertifikat pendidik, tapi yang lulus itu pun banyak dilihat yang tak punya sertifikat itu. Makanya, kami bingung bagaimana mereka penilaiannya," ujar salah seorang peserta.