Dokter Muda Diduga Aniaya Penjual Roti Bakar Gara-gara Keju

Medan, IDN Times - Seorang perempuan berinisial FP yang diduga merupakan dokter muda di salah satu rumah sakit di Medan, dilaporkan ke kantor polisi akibat menganiaya seorang pekerja di Kedai burger dan roti bakar di Jalan Perintis Kemerdekaan. Dari rekaman CCTV yang telah viral di media sosial, ia menjambak dan mencakar korbannya dengan tak terkendali.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku menganiayanya lantaran kesal roti bakar Bandung pesanannya memiliki sedikit toping cokelat dan keju. Setelah menganiaya dan mengamuk, pelaku langsung pergi menaiki mobilnya meninggalkan penjual roti bakar itu.
1. Pelaku mengamuk dan menganiaya penjual roti bakar karena tak terima toping cokelat keju miliknya sedikit

Penjual roti bakar tersebut bernama Fitra Samosir (26). Perempuan yang bekerja di kedai tersebut membeberkan kesaksiannya usai dianiaya oleh seorang perempuan yang diduga merupakan dokter muda berinisial FP. Ia kaget setelah FP tiba-tiba mendatanginya dan langsung menganiayanya.
"Awalnya dia mesan roti bakar bandung cokelat keju. Satu paket isinya 10 potong. Jam 5 sore dia beli, jam 7 malam dia bawa sisa makanannya tinggal 2 potong. Dia komplain katanya toping cokelat kejunya kurang banyak," kata Fitra.
Penjual roti bakar itu menerangkan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui permasalahan apa yang terjadi. Pada pukul 17.00 WIB yang berjualan saat itu bukan dirinya, melainkan pekerja yang lain.
"Waktu itu yang masakkan kawan saya. Karena saya ada urusan lain. Saya gak tahu permasalahannya tiba-tiba kok kena saya," lanjutnya.
2. Korban dijambak dan dicakar

Fitra membeberkan bahwa pelaku saat itu datang tidak ada mengatakan apapun. Dirinya langsung dijambak dan dicakar di depan pengunjung lain.
"Dia belum ada ngomong. Dia datang lempar sisa makanan ke saya, dia jambak saya, dia cakar saya, dia nendang baru dia ngomong kalau sedikit kali (toping) cokelat kejunya," sebut Fitra.
Saat dianiaya, Fitra berusaha melindungi dirinya. Ia pun sempat menegur pelaku jika memang memiliki masalah dengannya. Alhasil pelaku tetap menjambaknya terus-menerus.
"(kena cakar) tangan kiri, punggung telapak tangan, sama lengan. Yang ditendangnya kaki. Setelah itu dia langsung pergi dan marah-marah tidak jelas, kayak kerasukan gitu," bebernya.
Selepas insiden itu terjadi, Fitra mengadu ke atasannya. Dan ia dengan mantap melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan.
"Pelaku sering beli juga di sini. Setelah kejadian itu gak beli lagi. Harapan saya ditindak lanjut sesuai hukuman yang berlaku," pungkasnya.
3. Kapolrestabes Medan: korban sudah divisum

Kejadian yang menimpa penjual roti bakar itu tak luput dari pantauan Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Setyawan. Ia membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Fitra.
"Kalau mendasari laporan itu, jelas kewajiban kami melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan gitu, ya, demi menuntaskan persoalannya. Yang paling penting menurut saya adalah bagaimana kita harus bijak di ruang publik ini. Fenomena ini sebenarnya tidak harus terjadi di antara masyarakat kita, ya," kata Gidion, Selasa (24/12/2024) sore.
Ia menerangkan bahwa terhadap korban sudah ditangani pihaknya. Korban juga telah melakukan visum.
"Saya sudah komunikasi langsung dengan korban, dan memang secara fisik dan kasat mata, ada memar di mata. Tapi untuk proses penyidikan lebih lanjut, sudah kita lakukan visum. Nanti jika sudah mulai membaik kondisinya ini, kita akan memintai keterangan lebih lanjut," bebernya.
Terkait apakah pelaku merupakan seorang dokter muda di salah satu rumah sakit, Gidion mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan lagi.
"Menangani kasus harus clear, ya. Data-data itu (pelaku merupakan dokter muda) berkorelasi dengan peristiwa saat ini atau tidak. Itu mungkin informasi yang kita dalami," pungkasnya

















