CKG Sumut, Pasien yang Tidak Punya Aplikasi Satu Sehat akan Dibantu

Medan, IDN Times – Program Cek Kesehatan Gratis (PKG) resmi diluncurkan di Sumatra Utara, Senin (10/2/2025). Peresmian itu dilakukan simbolik di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Padang Bulan Medan Selayang II, Jalan Bunga Cempaka, Kota Medan.
Pantauan IDN Times, para pasien yang datang didominasi oleh masyarakat lanjut usia (lansia). Selain banyak pasien ibu hamil dan anak-anak.
Untuk di Puskesmas Medan Selayang II, pelayanan dilakukan untuk masyarakat yang berulang tahun pada Februari dan Maret.
1. Sejumlah Lansia sempat bingung melakukan pendaftaran karena tidak memiliki aplikasi

Untuk mendapatkan layanan CKG, masyarakat harus megakses aplikasi Satu Sehat. Kondisi ini sempat membuat sejumlah Lansia kebingungan. Lantaran ada yang tidak menggunakan ponsel pintar berbasis android, atau pun tidak memiliki aplikasi itu.
Salah seorang lansia Saut Yansen Manurung, mengaku sempat bingung. Awalnya dia mengetahui informasi ini dari kepala lingkungan (Kepling) tempat dia tinggal. Kemudian dia langsung datang ke Puskesmas untuk mendapatkan layanan CKG. Di Puskesmas, Saut langsung dibantu petugas layanan.
“Awalnya tidak bisa mengisi. Jadi saya datang ke Puskesmas. Di sini dibantuin untuk mengisi,” ujar laki-laki 73 tahun ini.
2. Warga minta pelayanan terus ditingkatkan tidak hanya saat CKG

Darmawanti Sirait (39) mengaku senang dengan program CKG. Karena dia merasakan ada layanan lebih baik yang diberikan ketimbang sebelum program ini diadakan.
Karena, di saat hari biasa, pelayanan di Puskesmas kurang maksimal dilakukan. “Lebih lambat, tidak cepat. Pegawai kadang ada, kadang tidak,” kata Darmayanti.
3. Puskesmas siapkan petugas khusus bantu warga akses aplikasi Satu Sehat

Kepala Puskesmas PB Selayang II dr Rasta Abdi Dharma Tarigan mengatakan, program CKG pada hari pertama berjalan cukup lancar. Kata dia, masyarakat cukup antusias mengakses layanan ini.
Untuk lansia yang mendapatkan layanan ini, pihaknya sudah menyiapkan petugas khsusus. “Untuk lansia sudah kita siapkan. Apabila mereka tidak memiliki ponsel android, atau tidak memiliki aplikasi Satu Sehat, bisa kita masukkan ke dalam aplikasi. Dibantu petugas kita,” katanya.

















