Dokter Dewiyana selaku korban kekerasan (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Saat peristiwa terjadi, dokter Dewiyana hanya berdua di dalam ruangan bersama atasannya itu. Kejadian ini sontak membuatnya trauma dan memutuskan untuk tidak bekerja di klinik itu lagi.
"Itu buat saya trauma dan juga saya gak berani kemana-mana, gak berani kerja. Saya merasa harga diri saya hancur juga. Kalau permasalahan dengan dia, saya tidak ada. Namun dia melibatkan saya dengan permasalahan asmara dia. Jadi ibaratnya saya hanya sebagai kambing hitam di masalah ini," aku Dewiyana.
Ia merincikan bahwa terduga pelaku selain sebagai dokter spesialis juga sebagai owner di klinik tempatnya bekerja. Konflik yang timbul antara Dewiyana dan pelaku disebut-sebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan urusan pekerjaan.
"Dia pernah ngirim pesan ancaman ke hp saya. Terus ada percakapan dia seperti pengakuan dosa, yang mana dia menceritakan awal mula dia mukul teman saya. Jadi, 2 minggu sebelum kejadian saya, dia ada mukul perempuan juga. Jadi kemungkinan itu yang mau dia hapus dari hp saya," sebutnya.
Sejauh ini Dewiyana telah divisum. Ia juga mengaku sedang menunggu SP2HP dari kepolisian terkait penetapan tersangka.
"Saya sekarang tak mau kerja di situ lagi. Saya juga berharap kasus ini bisa dituntaskan dengan adil," pungkasnya.