Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bulog Klaim Stok Beras Sumut Aman 5 Bulan ke Depan

Bulog Klaim Stok Beras Sumut Aman 5 Bulan ke Depan
Panen gabah dan beras oleh petani (dok. BULOG)
Share Article

Medan, IDN Times - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumut memastikan bahwa stok beras di wilayah ini dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan hingga lima bulan ke depan.

1. Stok Beras Tersedia hingga 5 Bulan ke Depan

ilustrasi beras (pexels.com/eva)
ilustrasi beras (pexels.com/eva)

Menurut Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, saat ini total stok beras di gudang Bulog mencapai sekitar 63 ribu ton, ditambah 3 ribu ton beras premium yang siap didistribusikan ke masyarakat.

"Stok beras aman saat ini, bisa bertahan sampai lima bulan ke depan,” ujar Budi Cahyanto, di Medan, Selasa. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjamin stabilitas pangan di Sumut hingga pertengahan tahun, bahkan memasuki masa Idul Adha 2025.

2. Penyerapan gabah petani terus digeber

Petani memanen gabah di sawahnya di kawasan Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. (IDN Times/Prayugo Utomo)
Petani memanen gabah di sawahnya di kawasan Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Untuk menjaga ketersediaan stok, Bulog aktif melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) langsung dari petani lokal. Penyerapan ini dilakukan secara luas di berbagai daerah seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Langkat, Asahan, Batu Bara, hingga Kepulauan Nias.

"Kami terus melalukan penyerapan di tingkat petani, mengingat masih memasuki musim panen di beberapa daerah," jelas Budi.

Dengan penyerapan gabah yang masif, Bulog optimistis dapat meningkatkan stok hingga 83 ribu ton pada akhir April 2025.

3. Bulog gandeng multi-pihak untuk jaga pasokan

Dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung kesejahteraan petani, Perum BULOG terus mempercepat proses penyerapan gabah dan beras dari hasil panen petani di seluruh Indonesia.  (Dok. BULOG)
Dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung kesejahteraan petani, Perum BULOG terus mempercepat proses penyerapan gabah dan beras dari hasil panen petani di seluruh Indonesia.  (Dok. BULOG)

Bulog Sumut tak bekerja sendiri. Mereka menggandeng berbagai pihak seperti pemerintah daerah, Kodam I Bukit Barisan melalui program Bintara Pembina Desa, serta kelompok tani (gakpoktan) untuk menguatkan distribusi dan penyerapan gabah.

"Bulog Sumut terus menggencarkan kerja sama dengan pihak pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah dan jajaran, Kodam I Bukit Barisan melalui sosialisasi Bintara Pembina Desa, gabungan kelompok tani (gakpoktan) dan lainnya," ucap Budi.

Budi juga mengajak petani untuk menjual hasil panennya ke Bulog karena sudah ada ketetapan harga yang layak. Budi menyarankan kepada para petani di wilayah beribu Kota Medan ini agar menjual gabah ke Bulog, karena sudah ditetapkan harga Rp6.500 per kilogram. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More

Ekshumasi Jenazah Steven Sitorus di Toba, Keluarga Merasa Janggal

14 Jun 2026, 18:06 WIBNews