Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

BMKG Prediksi Angin Kencang di Kota Medan akan Kembali Normal

ilustrasi energi angin di denmark (pexels.com/Franjoli Productions)
ilustrasi energi angin di denmark (pexels.com/Franjoli Productions)
Intinya sih...
  • Hasil prediksi dua hari kedepan Tropis WUTIP bergerak menjauhi Indonesia
  • Pada hari Minggu, beberapa wilayah Sumut berpotensi hujan ringan hingga deras
  • Fenomena angin kencang dipicu oleh bibit Siklon Tropis 92W di Filipina
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Martha Manurung memberikan hasil analisis maupun prediksi cuaca di Kota Medan pada hari 3 sejak terjadinya angin kencang di sejumlah titik Kota Medan.

"Kecepatan angin kembali normal tidak terlalu kencang seperti yang lalu. Diperkirakan keceptan angin rata-rata berkisar antara 02 hingga 15 km/jam," jelasnya pada IDN Times, Kamis (12/6/2025).

Sebelumnya, hasil dari analisis pada Rabu (11/06/2025) kemaren, masih adanya gangguan berupa Siklon Tropis di wilayah Laut Cina Selatan, yang menyebabkan massa udara di bagian barat Sumatera Utara bergerak cukup kencang ke arah timur.

Penyebab angin kencang yang menerjang diprediksi karena peristiwa ini dipicu oleh adanya bibit Siklon Tropis 92W di wilayah Filipina, pada Selasa (10/6/2025).

1. Hasil prediksi dua hari kedepan Tropis WUTIP yang berada di Laut Cina Selatan bergerak kearah Barat Laut Menjauhi Wilayah Indonesia

Salah satu contoh rumah dengan passive cooling: jendela dibuat lebar dan ventilasi dibuat tinggi karena udara dingin berada lebih rendah daripada udara angin. Jadinya, angin dingin yang rendah akan memanas, terus berhembus keluar dari ventilasi yang dingin (Moss Design).
Salah satu contoh rumah dengan passive cooling: jendela dibuat lebar dan ventilasi dibuat tinggi karena udara dingin berada lebih rendah daripada udara angin. Jadinya, angin dingin yang rendah akan memanas, terus berhembus keluar dari ventilasi yang dingin (Moss Design).

Dari hasil prediksi, dia menjelaskan dalam 2 hari kedepan Siklon Tropis WUTIP yang berada di Laut Cina Selatan bergerak kearah Barat Laut Menjauhi Wilayah Indonesia.

Hal ini mengakibatkan perubahan pergerakan arah, dan kecepatan angin yang membawa massa udara sehingga dampak yang dihasilkan terhadap wilayah Sumut secara tidak langsung berubah.

2. Pada hari Minggu di hari ke-3 beberapa wilayah Sumut berpotensi hujan ringan hingga deras

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Genaro Servín)
ilustrasi hujan asam (pexels.com/Genaro Servín)

Diprediksi untuk 1 sampai dengan 2 hari kedepan wilayah Sumut umumnya masih berawan.

Selain itu juga, hari 3 kedepannya tepat pada hari Minggu (15/6/2026) beberapa wilayah Sumut di pantai Barat, Lereng Barat dan Lereng Timur berpotensi hujan dengan intensitas yang bervariasi mulai ringan sampai dengan deras.

3. Fenomena ini terjadi akibat adanya bibit Siklon Tropis

Ilustrasi negara kincir angin (pinterest.com/TanjaNolten)
Ilustrasi negara kincir angin (pinterest.com/TanjaNolten)

Martha menganalisis fenomena ini terjadi akibat adanya bibit Siklon Tropis 92W di bagian barat Filipina, membuat massa udara di bagian barat Sumut bergerak ke arah timur, saat melewati pegunungan bukit barisan. Sehingga, kondisi ini disebabkan hujan di wilayah bagian barat pegunungan sedangkan di bagian timur mengalami angin kencang.

"Bagian bawah massa udara tersebut menyebabkan hujan di bagian barat pegunungan sedangkan di bagian timur mengalami angin kencang yang kering di tandai oleh arah angin baratan dengan kecepatan angin hingga 22 knot(44km/jam) dan kelembaban udara hingga 51 persen yang berlangsung dari pagi hari hingga siang hari," tambahnya.

Dipastikan angin kencang tidak ada kaitannya dengan fenomena angin puting beliung. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada akan kondisi tersebut, di mana suhu udara suhu udara dapat meningkat, diikuti dengan kelembapan udara yang cukup rendah, dan kecepatan angin yang juga meningkat.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us