Ahok Dikabarkan Akan Jadi Cagub Sumut, Ijeck: Sah-sah Saja

Medan, IDN Times - Sumatera Utara sebentar lagi akan melangsungkan Pilkada 2024. Sejumlah nama diisukan akan meramaikan bursa calon pemimpin daerah itu. Mulai dari Bobby Nasution, Edy Rahmayadi, Ahok, bahkan Musa Rajekshah (Ijeck).
Pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur akan dihelat bulan Agustus nanti. Itu artinya, hanya 4 bulan lagi waktu bagi beberapa partai mempersiapkan kadernya untuk berkontestasi pada Pilkada serentak 2024.
1. Ijeck siap maju Pilkada 2024 jika dipercaya

Ketua DPD partai Golongan Karya (Golkar) Sumut, Ijeck, menyatakan dirinya siap jika dipercaya untuk berjuang pada Pilkada 2024. Meskipun Ijeck sebelumnya juga telah resmi menang di pileg (DPR RI) dapil Sumut 1 Februari lalu.
"Kalau udah masuk, ya, harus berjuanglah kita. Apalagi kalau udah masuk jadi calon Kepala Daerah, harus berjuang bagaimana caranya agar bisa dipilih dan dipercaya masyarakat Sumut, tapi dengan cara yang benar," ujar Ijeck saat menjadi bintang tamu di Kardopa Medan.
Belajar dari pilkada dan pilpres sebelumnya, Ijeck menekankan betapa pentingnya menjaga kondusifitas di tengah masyarakat. Momen pilkada serentak juga disorotinya sebagai momen pilkada yang banyak bagusnya.
"Saya bagian dari masyarakat Sumut, dan kita punya harapan yang besar. Sama-sama kita lihat siapa calon Kepala Daerah. Kita jaga sama sama kekondusifan daerah kita ini. Aparat memang ada, tapi gak serta-merta kita limpahkan semua sama mereka. Yang penting adalah jaga kekompakan sesama kita. Jangan terpecah hanya karena Pilkada atau suatu hal," tambah pria yang juga pernah menjadi wakil gubernur Sumut itu.
2. Ijeck tak mempermasalahkan jika calon gubernur berasal dari luar Sumut

Belakangan ini, ramai diisukan bahwa ada kemungkinan calon gubernur berasal dari luar Sumut, seperti Ahok. Ijeck menilai hal ini sebagai suatu hal yang sah-sah saja dan tak perlu dipermasalahkan.
"Secara aturan tak ada batasan, yang penting yang bersangkutan merupakan warga negara Indonesia. Semua punya hak, mau dari manapun itu," jelas Ijeck.
Namun di sisi lain, bagi Ijeck putra daerah memiliki nilai emosionalnya sendiri bagi masyarakat Sumut. Terlebih putra daerah juga cukup dikenal.
"Kalau putra daerah, akan malu lah kalau buat yang aneh-aneh. Karena anak dan cucunya tinggalnya di sini," ujar pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Pemuda Pancasila Sumut itu.
3. Tahapan menuju Pilkada masih panjang, Ijeck minta masyarakat Sumut menjaga kondusifitas

Ijeck mengatakan kesiapannya menyongsong pilkada yang dihelat 27 November nanti jika dirinya dipercaya oleh Partai Golkar. Apalagi disebutnya jika mekanisme pendaftaran dan segala sesuatu yang mendukung memiliki ketentuan tersendiri.
"Yang mengusung kepala daerah adalah partai politik dengan jumlah ketentuan 20 persen dari kursi DPRD di daerahnya. Ada partai yang bisa mengusung sendiri, ada partai yang memang bersama-sama dengan partai lain, ini secara aturan. Baru nanti masuk tahapan kampanye untuk pemilihan 27 november," kata Ijeck.
Ijeck berpesan, dalam menyambut Pilkada nanti pastikan masyarakat Sumut jangan sampai mendengar ada yang mendapatkan sesuatu dengan menghalalkan segala cara. Dirinya yang pernah menang dalam Pilkada dan saat ini dipercaya menjadi ketua umum DPD partai Golkar Sumut, selalu menekankan kader partainya baik di pileg kemarin atau menuju pilkada nanti agar tidak mencapai sesuatu dengan menghalalkan segala cara. Terlebih untuk tidak menginjak kepala kawan sendiri.
"Kita jagalah keamanan dan kenyamanan daerah kita. Toh tujuan kita setelah terpilih kita sama-sama mau membangun Sumut lebih lanjut. Ini tahapan masih panjang, bersama kita tahu masih menuju 27 November dan pendaftaran nanti di bulan agustus, sementara ini masih proses menuju Agustus. Kita berdoa saja," pungkasnya.



















