Komisaris Utama Arsari Tambang, Hashim Djojohadikusumo (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
Hasim menjelaskan, dipilihnya Kota Batam sebagai lokasi pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia karena lokasinya yang strategis, berada di dekat jalur perdagangan internasional.
Selain itu, dipilihnya Kota Batam karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan juga Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menyediakan fasilitas yang sangat baik.
“Nilai investasi mencapai Rp400 miliar. Dengan adanya fasilitas yang baik dalam bentuk fiskal dan bebas bea ini, kami dapat menambah kapasitas produksi dengan sangat mudah, kami bisa bersaing dengan dengan kompetitor kita,” kata Hasim.
Ia menjelaskan, untuk saat ini banyak timah di Republik Indonesia yang diekspor ke negara seperti Taiwan, Korea Selatan, India, Amerika, Eropa dan China.
“Salah satu sumber solder besar di dunia itu ada dua yaitu Malaysia dan India, target kami adalah untuk merebut pangsa pasar ini dengan sumber timah yang ada di Indonesia dengan harga lebih kompetitif. Kami yakin sangat bisa berkompetisi di pangsa pasar domestik dan luar negeri,” tegasnya.
Sementara itu, Komisaris Utama PT STANIA Aryo Djojohadikusumo yang merupakan anak dari Hashim Djojohadikusumo menjelaskan, perusahaan ini ditargetkan dapat membawa omset hingga Rp1,2 triliun pertahun.
“Pasar yang mungkin kita bisa dapat mungkin sampai 16 ribu ton solder per tahun dengan omset Rp1,2 triliun. Ini target kami ketika perusahaan ini sudah mulai beroprasi di Kota Batam,” tegasnya