Tim Komnas HAM didampingi Kapolda Sumut mendatangi lokasi kerangkeng di rumah Dinas Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana, Rabu (26/1/2022). (IDN Times/Bambang Suhandoko)
Sebelumnya, Polda Sumut membeberkan peran para tersangka kasus. Kapolda Irjen Panca Putra Panjaitan, sempat mewawancarai sejumlah tersangka. “Saya berada di lokasi (kerangkeng manusia)," ujar Dewa saat ditanyai Panca, Jumat (8/4/2022).
Kemudian ada Terang Sembiring. Dia berperan sebagai pembina di lokasi kerangkeng itu. Lalu, Junaidi Surbakti adalah penjaga kerangkeng manusia yang telah bekerja sekitar 6 bulan. Selanjutnya, Iskandar Sembiring, bertugas mengantar korban kerangkeng manusia.
Kata Panca, pihaknya juga terus mendalami soal keterlibatan anak buahnya dalam kasus kerangkeng manusia. Sejauh ini, ada lima polisi yang sudah diperiksa Propam Polda. Tiga di antaranya adalah ajudan Bupati Terbit, satu polisi yang datang ke lokasi rumah, dan satu polisi lagi yang merupakan keluarga Terbit.
“Sampai saat ini perannya, belum kita temukan. Yang jelas lima ini adalah karena keberadaannya di lokasi tersebut. Termasuk juga, tindakannya melakukan meminta mencuci mobil karena dia ajudan. Kemudian memelihara tokek, dan itu tidak pantas dilakukan seorang anggota polri. Kita sudah menarik dia, sejak semula. Dan mereka akan diproses sesuai aturan internal polri,” beber Panca.
Kasus ini juga diduga melibatkan anggota TNI. Kodam I/Bukit Barisan sudah melakukan penahanan terhadap 5 orang prajurit TNI AD yang diduga terlibat.
Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Penerangan Kodam I/BB, Kolonel Inf Donald Erikson Silitonga, saat dikonfirmasi, Senin (23/5/2022).
Bahkan dia juga menyebutkan berkas kelima oknum prajurit itu sudah dilimpahkan ke Oditurat Militer Medan. "Lima orang anggota sudah dilimpahkan ke Otmil Medan. Saat ini ditahan di Staltahmil Pomdam I/BB," sebut Kolonel Inf Donald Erikson Silitonga.
Selain itu, Donald juga menerangkan pihaknya masih terus melakukan pendalaman kasus ini termasuk menyelidiki 5 orang prajurit lainnya yang diduga turut terlibat dalam kasus ini.
"5 orang lainnya masih belum cukup bukti dan masih dalam lidik terus untuk pendalaman,"sebutnya.