Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
11 Warga Sumut yang Dievakuasi dari Lebanon Tiba di Indonesia
Evakuasi 40 WNI dari Lebanon. (dok. Kemlu RI)

Medan, IDN Times – Ketegangan antara Israel dan Lebanon memicu konflik bersenjata dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Indonesia memutuskan mengevakuasi warganya yang masih berada di sana.

Proses evakuasi terus berlangsung beberapa waktu terakhir. Di antaranya, ada 11 warga Sumut  yang juga ikut dievakuasi.

1. Ada warga dari Medan hingga Labusel

Evakuasi 40 WNI dari Lebanon. (dok. Kemlu RI)

11 orang asal Sumut itu berasal dari sejumlah kabupaten. Antara lain, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Tapanuli Selatan dan Labuhanbatu Selatan.

Mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (8/10/2024). Saat di Lebanon, mereka tersebar di tiga provinsi yakni di Ibukota Lebanon, Lebanon Timur, dan Lebanon Utara.

2. Ada yang mahasiswa hingga bekerja di KBRI

Evakuasi 40 WNI dari Lebanon. (dok. Kemlu RI)

Mereka yang dievakuasi merupakan mahasiswa yang mengikuti program beasiswa S1 dan S2 universitas di Lebanon. Sebagian lagi ada yang bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Mereka tinggal berkisar 1-6 tahun di Lebanon.

“Pemulangan ke kampung halaman sedang dipersiapkan oleh Badan Penghubung Sumut sebagaimana harapan dari para WNI asal Sumut yang dievakuasi dari Lebanon dan dikoordinasikan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota,” kata Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni dalam keterangan pers, Kamis (10/10/2024).

3. Sebelum pulang, mereka diajak refreshing

pemandangan ibu kota Lebanon, Beirut (unsplash.com/Sara Calado)

Sebelum proses pemulangan para pengungsi ke kampung halaman masing-masing, Fatoni juga mengajak mereka untuk berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan mencari buku-buku yang diperlukan untuk keperluan pembelajaran.

“Jadi kita ajak juga mereka berkunjung ke miniatur Indonesia, yaitu TMII untuk memberikan edukasi serta pengalaman kepada mereka,” kata Fatoni.

Editorial Team

Related Article