Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Daerah di Riau Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan
Karhutla yang terjadi di Provinsi Riau (IDN Times/ dok polda riau)

Pekanbaru, IDN Times  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau telah menetapkan status delapan daerah kabupaten/ kota siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kedelapan daerah itu adalah Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Rokan Hulu (Rohul), Indragiri Hulu (Inhu), Rokan Hilir (Rohil) dan Kota Dumai.

Demikian dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal, Jumat (2/8/2024).

"Jadi total sudah delapan daerah di Riau yang sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla," kata Edy.

Dengan telah ditetapkannya delapan kabupaten kota siaga darurat Karhutla, ada empat daerah lagi di Riau yang statusnya belum siaga darurat Karhutla. Namun, pihak BPBD setempat sudah mengusulkan untuk penetapan status siaga darurat Karhutla kepada kepala daerah masing-masing.

"Itu Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing) dan Kota Pekanbaru sudah diusulkan (siaga darurat Karhutla). Suratnya sedang diproses untuk diteken oleh bupati/ walikota setempat," sebutnya.

1. Penetapan status siaga darurat Karhutla untuk mempermudah koordinasi

Kepala Pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal (IDN Times/ IG bpbd_riau)

Diterangkannya, pihaknya telah meminta kepada para kepala daerah yang belum menetapkan status siaga darurat Karhutla, untuk dapat segera menetapkan status tersebut. Adapun alasannya, agar dapat lebih mudah dilaksanakan.

"Kami berharap seluruh daerah di Riau dapat menetapkan status siaga Karhutla. Hal ini agar koordinasi dan pemberian bantuan dapat lebih mudah dilaksanakan," terangnya.

2. Luas lahan terbakar 1.500 hektar, ada 7 tersangka

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi (IDN Times/ Fanny Rizano)

Disisi lain, Polda Riau telah melakukan penyidikan dalam kasus Karhutla. Dimana, pihak kepolisian tersebut menetapkan 7 orang tersangka. Para tersangka merupakan perorangan yang membuka lahan dengan cara membakar.

"Selama 2024, polres jajaran di Riau menangani tujuh kasus dengan tujuh tersangka. Mereka membuka lahan dengan membakar," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi.

Nasriadi menjelaskan, luas lahan terbakar yang ditangani pihaknua, mencapai 1.500 hektare. Kasus itu ditangani oleh Polres Dumai, Polres Rokan Hilir (Rohil) dan Polres Bengkalis.

"Polres Dumai 2 kasus, Rohil 3 kasus dan Bengkalis 2 kasus," jelasnya.

Bersama tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti korek api dan alat pembakar lainnya. Di antara para tersangka, berkasnya sudah ada P-21 atau lengkap dan ada dalam proses penyidikan.

''Sampai saat ini baru tersangka perorangan yang membuka kebun, dengan tujuh tersangka. Belum didapat tindak pidana yang dilakukan oleh korporasi," ujar Kombes Pol Nasriadi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau itu mengungkapkan, Karhutla terjadi karena faktor alam dan manusia, yang dilakukan dengan sengaja atau tidak. Polda Riau dan Polres jajaran, akan terus melakukan pemantauan. Bila ditemukan titik api, polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Kombes Pol Nasriadi mengimbau kepada masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran, baik saat membuka lahan atau membuang puntung rokok sembarangan.

"Ini sangat rawan dan berbahaya bagi alam, lingkungan dan manusia," kata Nasriadi.

Selain luas lahan 1.500 hektare yang proses penyidikan, masih ada luasan lahan lain yang terbakar di Riau. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku pembakaran.

3. Lakukan penyelidikan di Karhutla 20 hektar kawasan HGU PT PHI

Pihak kepolisian saat memadamkan api di kawasan HGU PT PHI (IDN Times/ dok polda riau)

Terkait Karhutla 20 hektare yang terjadi di kawasan HGU PT Permata Hijau Indonesia (PHI), Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Kombes Pol Nasriadi menyebutkan masih melakukan penyelidikan.

"Kita akan cari penyebabnya. Jika ada kesengajaan perusahaan akan kita tindak, jika masyarakat juga kita tindak," tuturnya.

Ditambahkan Kombes Pol Nasriadi, pihak perusahaan sudah diimbau agar siap siaga tanggap Karhutla.

"Jadi mereka juga mem-backup kita. Berapa radius kilometer dan berapa radius kita tugas kita," tambahnya.

Editorial Team

Related Article