Ilustrasi menonton video mesum (Unsplash.com/Charles)
Sanusi mengatakan, belakangan ini memang banyak video rentetan yang beredar di media sosial usai kasus penganiayaan berujung kematian Imam Masykur terungkap. Namun, ia yakin bahwa video penyiksaan di mobil dengan luka berdarah di bagian belakang adalah rekannya.
“Tetapi memang awalnya, penyiksaan yang berdarah di belakang itu, itulah korbannya,” imbuhnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (AD), Brigjen TNI Hamim Tohari mengatakan warga Aceh, Imam Masykur (25) diculik lebih dulu oleh tiga prajurit TNI AD, sebelum ia tewas. Namun, ia belum dapat menyimpulkan apakah penculikan tersebut sudah direncanakan sebelumnya atau tidak.
"Yang pasti ini diduga berawal dari penculikan, pemerasan dan penganiayaan yang kemudian menimbulkan terjadinya kematian dari korban," ujar Hamim ketika memberikan keterangan pers di gedung Pomdam Jaya, Jakarta pada Selasa (29/8/2023).
Dalam kesempatan itu, Hamim mengaku belum bisa memastikan apakah pelaku sengaja memeras Imam lantaran tahu ia sehari-hari bukan menjual kosmetik, melainkan obat-obat ilegal. Keterangan Hamim berbeda dari Komandan Pomdam Jakarta Raya, Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar yang menyebut sejak awal pelaku sudah tahu korban menjual obat-obat ilegal seperti Tramadol.
"Proses penyidikan masih berlangsung. Kita masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi dan alat bukti yang perlu dilengkapi juga untuk mengungkap secara tuntas. Seperti yang saya sampaikan tadi, apakah ada latar belakang yang lain, apakah terkait dengan obat-obatan atau penculikan dilatarbelakangi motif ekonomi, itu semua masih ditelusuri oleh penyidik," pungkasnya.