Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aksi Marching Band Aceh Galang Dana Bantu Korban Gempa Turki-Suriah
Penampilan Grup Marching Band Gita Handayani dalam penggalangan dana untuk korban Gempa Turki-Suriah, di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Aceh. (Dokumentasi untuk IDN Times)

Banda Aceh, IDN Times - Satu grup marching band turun ke jalan dan berdemonstrasi mempertunjukkan kepiawaian bermain musik di kawasan Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Aceh. 

Sambil membawa tom-tom, senar drum, bass, terompet, dan beberapa alat musik lainnya, para pemain yang masih berusia remaja tersebut coba memberikan hiburan kepada para pengguna jalan.

1. Mengumpulkan donasi untuk korban Gempa Turki-Suriah

Penampilan Grup Marching Band Gita Handayani dalam penggalangan dana untuk korban Gempa Turki-Suriah, di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Aceh. (Dokumentasi untuk IDN Times)

Aksi yang dilakukan Grup Marching Band Gita Handayani di bawah Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh tersebut bukan sekedar pertunjukan biasa atau seperti saat mereka berkompetisi.

Aksi dengan mempertunjukkan penampilan musik kepada pengguna jalan bertujuan mencari simpati kepada warga agar turut berempati memberikan sumbangan untuk korban Gempa Turki-Suriah.

"Jadi ini adalah kegiatan donasi untuk Turki dan Suriah," kata Koordinator sekaligus Pelatih Utama Marching Band Gita Handayani, Taufik Hidayat, kepada IDN Times.

2. Membangun empati untuk sedikit sumbangsih

Penampilan Grup Marching Band Gita Handayani dalam penggalangan dana untuk korban Gempa Turki-Suriah, di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Aceh. (Dokumentasi untuk IDN Times)

Kegiatan penggalangan dana dikatakan Taufik, bukanlah kali pertama dilakukan Grup Marching Band Gita Handayani. Mereka juga pernah turut adil mengumpulkan dana ketika peristiwa gempa yang melanda Pidie Jaya, Aceh serta Palu di Sulawesi Tengah.

Tindakan itu mereka lakukan dikarenakan dalam grup marching band sendiri, ada pembinaan karakter. Salah satunya menumbuhkan rasa empati dan hal sosial lainnya.

"Kegiatan ini rutin kita lakukan ketika ada sebuah bencana besar yang memang pemerintah respek untuk membantu," ujar Taufik.

"Kalau kita lihat dari segi keuangan adik-adik belum mampu menyumbang segitu, tapi karena bakat talenta mereka akhirnya mereka bisa berkontribusi untuk membantu orang menyumbang sedikit penampilan atraksi," imbuhnya.

3. Sudah mengumpulkan Rp18 juta dalam dua hari

Penampilan Grup Marching Band Gita Handayani dalam penggalangan dana untuk korban Gempa Turki-Suriah, di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Aceh. (Dokumentasi untuk IDN Times)

Taufik menyampaikan, setiap tampil mereka turun hingga 100 personel. Setiap personel memainkan masing-masing alat musik sesuai keahliannya. Mereka berkumpul tepat di Bundaran Simpang Lima. Sedangkan beberapa personel lainnya menyebar mengutip sumbangan dari warga di setiap lampu merah.

Sementara itu, selama dua hari melakukan penggalangan dana di kawasan Simpang Lima, Grup Marching Band Gita Handayani mengaku telah mengumpulkan donasi lebih Rp18 juta. 

"Kegiatan ini sudah dilangsungkan dua hari dari kemarin dan kemarin kita dapat Rp6,1 juta untuk hari pertama. Hari kedua, sore kita dapat Rp9,13 ribu dan malam ini dapat Rp2 jutaan. Mungkin kalau ditotal Rp18 juta sekian,"  Taufik.

"Sumbangan akan diserahkan kepada rekening Pemerintah Aceh yang open donasi," tutupnya.

Editorial Team

Related Article