Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tips Ngopi Saat Puasa ala Senncoin, Tetap Nikmat dan Sehat!

Ilustrasi secangkir kopi (dok.Senncoin)
Ilustrasi secangkir kopi (dok.Senncoin)
Intinya sih...
  • Pilih Kopi Arabika rendah kafein
  • Waktu terbaik ngopi setelah berbuka agar perut terlindungi dan tubuh dapat menyerap nutrisi terlebih dahulu.
  • Konsumsi air putih yang cukup untuk mengimbangi sifat diuretik kopi dan menjaga hidrasi tubuh.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi sebagian orang, kopi bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari rutinitas harian yang sulit ditinggalkan—termasuk saat Ramadan. Namun, pola konsumsi kopi saat berpuasa tentu perlu disesuaikan agar tidak mengganggu kesehatan maupun kualitas ibadah.

Salah satu supplier dan roaster kopi asal Sumatra Utara Senncoin membagikan beberapa tips ngopi yang aman dan nyaman bagi kamu yang tetap ingin menikmati kopi di bulan puasa.

1. Pilih Kopi Arabika Rendah Kafein

Ilustrasi biji arabica (dok.Senncoin)
Ilustrasi biji arabica (dok.Senncoin)

Senncoin menyarankan untuk memilih kopi jenis Arabika yang cenderung memiliki kadar kafein lebih rendah dibandingkan Robusta. Kandungan kafein yang lebih ringan membantu tubuh lebih mudah beristirahat di malam hari.

Kafein yang terlalu tinggi bisa membuat jantung berdebar dan sulit tidur, padahal waktu istirahat selama Ramadan sangat penting untuk menjaga stamina keesokan harinya. Dengan memilih kopi rendah kafein, kamu tetap bisa menikmati aroma dan cita rasa kopi tanpa mengorbankan kualitas tidur.

2. Minum kopi 1–2 Jam usai berbuka

Ilustrasi secangkir kopi (dok.Senncoin)
Ilustrasi secangkir kopi (dok.Senncoin)

Waktu terbaik untuk ngopi adalah sekitar 1–2 jam setelah berbuka puasa. Mengapa? Karena pada waktu tersebut perut sudah terisi makanan sehingga lambung lebih terlindungi.

Mengonsumsi kopi saat perut kosong berisiko meningkatkan asam lambung dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Dengan memberi jeda setelah berbuka, tubuh juga memiliki waktu untuk menyerap nutrisi dari makanan terlebih dahulu sebelum menerima asupan kafein.

3. Imbangi dengan air putih yang cukup

Air putih
Ilustrasi air putih (pexels.com/Lisa from Pexels)

Kopi memiliki sifat diuretik, yaitu merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil. Jika tidak diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup, tubuh bisa mengalami kekurangan cairan.

Karena itu, pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi di malam hari. Pola sederhana seperti membagi konsumsi air putih saat berbuka, setelah makan malam, dan sebelum tidur bisa membantu menjaga hidrasi tubuh hingga waktu sahur.

4. Batasi hanya 1–2 cangkir kecil

Ilustrasi secangkir kopi (dok.Senncoin)
Ilustrasi secangkir kopi (dok.Senncoin)

Menikmati kopi saat Ramadan bukan berarti harus berlebihan. Senncoin menyarankan cukup 1–2 cangkir kecil dalam semalam. Pembatasan ini penting agar asupan kafein tidak terlalu tinggi.

Terlalu banyak kafein dapat mengganggu kualitas tidur, meningkatkan frekuensi buang air kecil, hingga membuat tubuh terasa gelisah. Dengan jumlah yang terkontrol, kamu tetap bisa menikmati kopi tanpa efek samping berlebihan.

5. Tidak disarankan minum kopi saat sahur

Ilustrasi secangkir kopi (dok.Senncoin)
Ilustrasi secangkir kopi (dok.Senncoin)

Senncoin juga mengingatkan agar tidak mengonsumsi kopi saat sahur. Sifat diuretik pada kopi dapat menyebabkan tubuh lebih banyak mengeluarkan urin, sehingga berisiko mengalami dehidrasi saat menjalani puasa seharian.

Alih-alih kopi, sahur sebaiknya difokuskan pada asupan makanan bergizi seimbang dan cairan yang cukup agar energi dan hidrasi tubuh tetap terjaga hingga waktu berbuka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest Food Sumatera Utara

See More

Tips Ngopi Saat Puasa ala Senncoin, Tetap Nikmat dan Sehat!

19 Feb 2026, 15:56 WIBFood