Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Ragam Kuliner yang Selalu Dinantikan saat Imlek di Medan

Proses Pembuatan Kue Bakul di Toko Kue Phin Phin Jalan Dewa Ruci Medan (Mangara Wahyudi)
Proses Pembuatan Kue Bakul di Toko Kue Phin Phin Jalan Dewa Ruci Medan (Mangara Wahyudi)
Intinya sih...
  • Kien atau Hekeng, tahu digoreng dengan daging dan udang kasar, aroma bawang putih
  • Lontong Sayur Imlek, kuah tauco Medan asin dan pedas, disiram rendang sapi atau kari ayam merah
  • Kue Keranjang Goreng Telur, lapisan luar gurih dan renyah, bagian dalam manis dan legit
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Imlek selalu identik dengan momen berkumpul bersama keluarga. Duduk lama di meja makan, ngobrol ke sana kemari, dan makanan datang silih berganti tanpa benar-benar dihitung urutannya. Di banyak daerah, menu Imlek cenderung mirip dari tahun ke tahun. Rasanya manis, bersantan, dan terasa aman di lidah. Namun suasana itu berubah ketika Imlek dirayakan di Medan.

Di kota ini, makanan tidak selalu dibuat jinak. Rasa gurih dan asin justru dibiarkan menonjol, sementara pedas dianggap wajar. Pengaruh budaya Tionghoa yang kuat berpadu dengan karakter masakan Batak dan Melayu, membentuk hidangan yang rasanya tegas dan kadang terasa keras di awal.

Tapi justru di situlah letak keunikannya. Ada beberapa makanan yang hampir selalu muncul saat Imlek, meski tidak pernah benar-benar diumumkan. Dengan nilai-nilai otentik yang selalu bikin penasaran, IDN Times akan berikan kamu deretan menu yang selalu dinanti saat perayaan Imlek di Medan. Mari simak daftarnya.

1. Kien atau Hekeng yang Terasa Penuh Sejak Gigitan Pertama

ilustrasi hekeng (unsplash.com/samsaimoon)
ilustrasi hekeng (unsplash.com/samsaimoon)

Kien khas Medan terlihat sederhana dari luar. Dibungkus kulit tahu lalu digoreng sampai garing. Namun begitu digigit, isinya langsung terasa padat. Daging dan udang dicincang kasar sehingga teksturnya tetap terasa.

Aroma bawang putih muncul tanpa ditutupi bumbu berlebihan. Kien seperti ini biasanya cepat habis, apalagi jika masih panas dan baru diangkat dari penggorengan.

2. Lontong Sayur Imlek dengan Rasa yang Tidak Ditahan-tahan

Lontong Cap Go Meh Warung Makan Prembaen Jalan Depok Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Lontong Cap Go Meh Warung Makan Prembaen Jalan Depok Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Lontongnya mungkin tampak biasa, tapi kuahnya tidak. Tauco Medan aromanya kuat dan rasanya asin serta pedas. Lontong disiram rendang sapi atau kari ayam merah yang berminyak, lalu dilengkapi sambal teri dan keripik kentang balado.

Rasanya terasa ramai dan berlapis. Tidak semua orang langsung cocok, tapi sering kali justru makanan seperti inilah yang kemudian dicari.

3. Kue Keranjang Goreng Telur yang Awalnya Terasa Aneh tapi Bikin Kangen

Proses Pembuatan Kue Bakul di Toko Kue Phin Phin Jalan Dewa Ruci Medan (Mangara Wahyudi)
Proses Pembuatan Kue Bakul di Toko Kue Phin Phin Jalan Dewa Ruci Medan (Mangara Wahyudi)

Di Medan, kue keranjang kerap diolah dengan cara sederhana, diiris, dicelup ke dalam kocokan telur yang diberi sedikit garam, lalu digoreng hingga bagian luarnya kecokelatan. Dari proses ini lahir perpaduan rasa yang kontras namun khas.

Lapisan luar terasa gurih dan renyah, sementara bagian dalamnya tetap manis, lengket, dan legit. Bagi sebagian orang, kombinasi rasa manis dan asin ini mungkin terasa janggal saat pertama kali dicoba. Namun seiring waktu, justru muncul sensasi ingin mencicipinya kembali.

4. Laksa Medan yang Segar dengan aroma rempah

ilustrasi laksa medan (pexels.com/su la pyae)
ilustrasi laksa medan (pexels.com/su la pyae)

Laksa Medan dikenal tidak menggunakan santan. Kuahnya kental dari ikan yang ditumbuk, dengan rasa asam yang cukup jelas dan aroma rempah yang ringan.

Mi berasnya tebal dan kenyal. Makanan ini sering terasa pas disantap setelah beberapa hari berturut-turut menyantap hidangan daging khas Imlek.

5. Tau Kua He Ci yang Kini Mulai Jarang Ditemui

IDN Times/Handoko
IDN Times/Handoko

Tau Kua He Ci berisi potongan tahu goreng padat dan rempeyek udang yang renyah, lalu disiram saus merah kental dengan rasa manis dan asam. Teksturnya kontras, tapi menyatu saat dimakan. Hidangan ini tidak selalu ada di setiap rumah, namun bagi yang pernah mencicipinya, rasanya sering membawa ingatan pada suasana Imlek di masa lalu.

Imlek dimanapun pasti membawa ciri khas nya sendiri, begitu juga kota Medan dengan makanannya. Rasanya kuat, tidak dibuat untuk menyenangkan semua orang, tetapi jujur dengan karakter sendiri. Perayaan Imlek di kota ini bukan hanya soal tradisi, melainkan juga soal pengalaman rasa yang sulit dibandingkan dengan daerah lain.

Biasanya, pulang dari perayaan Imlek di Medan bukan cuma membawa angpao. Ada rasa kenyang yang lama hilang, cerita yang terus diingat, dan lidah yang masih menyimpan jejak rasanya jauh setelah meja makan dibereskan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest Food Sumatera Utara

See More

5 Ragam Kuliner yang Selalu Dinantikan saat Imlek di Medan

10 Feb 2026, 11:26 WIBFood