Comscore Tracker

Riset: Grab Dongkrak Kualitas Hidup, dan Inklusi Keuangan UMKM Medan

Penghasilan driver GrabBike naik hingga 114 persen

Medan, IDN Times - Pada Selasa (11/8/2020) Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di Kota Medan.

Riset ini menemukan bahwa gig worker atau pekerja lepas termasuk UMKM yang didukung oleh teknologi Grab di Medan telah memberi dampak bagi peningkatan kualitas hidup mereka sebesar 8 persen.

Mitra dan agen Grab yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5 persen dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga pendapatan yang lebih besar serta pembukaan lapangan pekerjaan untuk orang lain.

Yuk simak hasil risetnya:

1. Buka akses perbankan dan investasi bagi mitra pengemudi Medan

Riset: Grab Dongkrak Kualitas Hidup, dan Inklusi Keuangan UMKM MedanPinterest

Kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. 75 persen mitra pengemudi GrabBike dan 55 persen mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp939 ribu hingga Rp1,4 juta.

Sebanya 55 persen dari mitra pengemudi GrabBike dan 79 persen mitra pengemudi GrabCar juga mengatakan bahwa mereka dapat meminjam uang dengan lebih mudah setelah bergabung dengan Grab, karena penyedia jasa keuangan lebih mempercayai mereka. Hal ini memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru.

2. Teknologi membuka kesempatan usaha mitra merchant dan agen di Medan

Riset: Grab Dongkrak Kualitas Hidup, dan Inklusi Keuangan UMKM MedanGrab/Istimewa

Riset tersebut juga menjelaskan 13 persen mitra merchant GrabFood Medan terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 16 persen mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya. Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka.

Sebanyak 21 persen mitra merchant GrabFood dan 7 persen agen GrabKios di Medan menambah hingga 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Baca Juga: Idul Adha, Komunitas Mitra Grab Terbaik Dapat Hadiah Kambing Kurban

3. Peningkatan pendapatan dan pemasukan mitra pengemudi, merchant dan agen Medan

Riset: Grab Dongkrak Kualitas Hidup, dan Inklusi Keuangan UMKM MedanDok.IDN Times/Istimewa

Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Medan yang disurvei juga melihat peningkatan pendapatan hingga 32 persen menjadi Rp52,2 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Medan meningkat 9 persen menjadi Rp13,5 juta per bulan sejak bergabung.

Sebanyak 44 persen mitra merchant GrabFood Medan juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya.

Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike dengan peningkatan pendapatan hingga 103 persen menjadi Rp7,3 juta per bulan dan 114 persen menjadi Rp3,8 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab.

Peningkatan ini membuat mereka bisa menabung dan membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. Sejumlah 24 persen mitra pengemudi GrabBike dan 10 persen mitra pengemudi GrabCar di Medan baru membuka rekening tabungan pertama ketika bergabung dengan Grab. 

4. Platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung proses pemulihan ekonomi

Riset: Grab Dongkrak Kualitas Hidup, dan Inklusi Keuangan UMKM MedanGrab meluncurkan solusi digitalisasi UMKM #TerusUsaha di Medan (Dok. IDN Times)

Riyadi Suparno, M.Sc, Direktur Eksekutif Tenggara Strategics mengungkapkan bahwa gig economy mempunyai peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi.

“Saat Sumatera Utara mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca COVID-19, kami percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung proses pemulihan ekonomi. Kesiapan secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal. Grab dapat membantu bisnis beradaptasi dengan beralih secara online menuju layanan seperti GrabFood dan GrabKios. Meskipun masih ada banyak ketidakpastian ekonomi di waktu yang akan datang, kami percaya gig economy akan memainkan peran penting dalam membantu mempertahankan mata pencaharian,” jelasnya.

5. Pemko Medan berharapkan Grab dapat membantu pengusaha kuliner di Medan dalam keadaan serba sulit saat ini

Riset: Grab Dongkrak Kualitas Hidup, dan Inklusi Keuangan UMKM MedanGrab meluncurkan solusi digitalisasi UMKM #TerusUsaha di Medan (Dok. IDN Times)

Akhyar Nasution, Plt Wali Kota Medan yang diwakili oleh Edliaty Siregar, MAP, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, menyambut baik program #TerusUsaha yang diluncurkan Grab.

“Pemerintah sepanjang tahun 2019 sudah membantu mempermudah penerbitan izin usaha agar lebih banyak lagi pelaku UMKM yang muncul di Kota Medan. Untuk menjalani adaptasi kebiasaan baru, perlu strategi khusus untuk membantu para pelaku UMKM bertahan di tengah pandemi ini. Grab sudah mendukung pelaku UMKM melalui program pelatihan dan layanan digital dalam membantu usaha mereka sehingga mereka dapat bersaing dan lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya," ungkapnya.

Melalui komitmen Grab seperti ini, Ia berharapkan Grab dapat membantu pengusaha kuliner di Medan dalam keadaan serba sulit ini. Perlu ada komitmen bersama antara pemerintah dan Grab untuk membantu UMKM lokal dalam mengembangkan pasarnya guna mewujudkan UMKM yang kuat.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Grab sebagai wujud komitmen dalam mendukung pemerintah dalam mengembangkan UMKM di Medan agar mereka memiliki semangat untuk #TerusUsaha,” jelasnya.

Baca Juga: Ini 6 Solusi Grab Percepat Transformasi Digital UMKM di Medan

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya