5 Fakta Yuki Simpang Raya Medan, Dulu Jadi Ikon Belanja Kini Ditinggalkan

- Yuki Simpang Raya pernah jadi ikon gaya hidup Medan era 1990–2000-an, dikenal sebagai pusat belanja, hiburan, dan tempat nongkrong favorit anak muda.
- Mal ini pelopor arena bermain indoor megah dengan wahana legendaris seperti roller coaster dan bumper car, berlokasi strategis di dekat Masjid Raya Al-Mashun.
- Kini suasananya sepi dan banyak gerai tutup, namun tetap dikunjungi karena nuansa nostalgia serta pengalaman unik menaiki eskalator tuanya yang bergetar.
Bagi warga Medan yang tumbuh pada era 1990-an hingga awal 2000-an, nama Yuki Simpang Raya tentu bukan sekadar pusat perbelanjaan biasa. Tempat ini pernah menjadi ikon gaya hidup, destinasi belanja favorit, sekaligus lokasi berkumpul anak muda. Dari berburu pakaian terbaru, menonton film, hingga sekadar nongkrong bersama teman, semuanya pernah menjadi bagian dari cerita yang lahir di pusat perbelanjaan legendaris ini.
Seiring berjalannya waktu, pamor Yuki Simpang Raya perlahan memudar. Kehadiran mal-mal modern membuat aktivitas di dalamnya tak lagi seramai dulu. Lorong yang dahulu dipenuhi pengunjung kini tampak lebih lengang, menyisakan bangunan yang menjadi saksi perjalanan panjang perkembangan Kota Medan.
Meski tak lagi berada di masa kejayaannya, Yuki Simpang Raya tetap menyimpan nilai sejarah dan nostalgia yang sulit tergantikan. Ada banyak kisah menarik di balik eksistensinya, mulai dari perannya sebagai salah satu pusat perbelanjaan modern di Medan hingga kenangan yang masih membekas di hati banyak orang. Penasaran? Yuk, simak lima fakta unik Yuki Simpang Raya Medan yang membuatnya tetap dikenang hingga sekarang.
1. Pelopor mal dengan arena bermain indoor megah

Jauh sebelum arena bermain modern seperti Timezone atau Playtopia menjamur, Yuki Simpang Raya sudah menjadi surga hiburan bagi anak-anak dan remaja Medan. Mal ini adalah pelopor yang menghadirkan konsep arena bermain indoor yang megah di lantai atasnya.
Dengan wahana ikonik seperti roller coaster dan bumper car, tempat ini menjadi "tempat impian" bagi anak-anak pada masanya. Saking populernya, pengunjung bahkan harus rela antre panjang untuk bisa menikmati permainan. Arena bermain yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun ini adalah alasan utama mengapa Yuki Simpang Raya bukan sekadar tempat belanja, melainkan sebuah destinasi.
2. Berada di lokasi emas dekat kawasan wisata

Salah satu keunggulan terbesar Yuki Simpang Raya adalah lokasinya yang tak tertandingi. Mal ini berdiri di Jalan Sisingamaraja, tepat di seberang salah satu ikon terpenting kota Medan, yaitu Masjid Raya Al-Mashun. Lokasinya juga sangat dekat dengan berbagai situs bersejarah lain seperti Istana Maimun dan Taman Sri Deli.
Posisi premium di jantung kota ini membuatnya sangat mudah diakses dan selalu ramai pada masa jayanya. Ironisnya, lokasi emas ini ternyata tidak cukup untuk mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan mal-mal yang lebih baru.
3. Dulu jadi tempat mejeng paling hits

Pada era 2000-an, Yuki Simpang Raya bukan hanya pusat perbelanjaan, tapi juga pusat kehidupan sosial anak muda Medan. Mal ini menjadi lokasi favorit bagi para remaja untuk "mejeng" atau sekadar berkumpul bersama teman-teman.
Menjadi tempat nongkrong yang hits, mal ini seolah menjadi barometer gaya hidup dan tren pada zamannya. Popularitasnya sebagai pusat gaul inilah yang turut melambungkan namanya sebagai mal legendaris di Medan.
4.Sepi, tapi justru jadi alasan dikunjungi

Saat ini, kondisi Yuki Simpang Raya sangat sunyi, bahkan ada yang menyebutnya "sepi bak kuburan". Eskalator yang bergetar, gerai-gerai yang kosong, dan minimnya pengunjung menjadi pemandangan biasa. Namun, di sinilah letak keunikannya.
Kondisi yang sepi ini justru menjadi daya tarik bagi sebagian kecil pengunjung. Mereka datang karena bisa menikmati wahana permainan dengan lebih leluasa tanpa harus antre dan dengan harga yang lebih terjangkau. Bagi mereka, Yuki Simpang Raya menawarkan pengalaman bermain yang tenang dan bebas dari keramaian mal modern.
5. Punya eskalator yang bikin jantung berdebar

Salah satu "pengalaman" paling otentik saat mengunjungi Yuki Simpang Raya saat ini bukanlah wahananya, melainkan eskalatornya. Sensasi unik akan kamu rasakan saat menaiki eskalator mal ini, yang terasa bergetar dan mengeluarkan bunyi cukup keras hingga membuat waswas.
Pengalaman ini seolah menjadi wahana menegangkan tersendiri dan menjadi bukti nyata betapa bangunan legendaris ini telah dimakan usia, menambah kesan petualangan saat menyusuri lorong-lorong sepinya.
Begitulah sepenggal kisah dari Yuki Simpang Raya, sebuah ikon yang pernah begitu bercahaya. Meski kini ia sunyi dan terlupa, kenangannya akan tetap abadi di sanubari kita. Semoga kelak ada babak baru yang tercipta, untuk sang legenda di jantung kota.



















