Manajer PSMS Mulyadi saat laga amal kenang Parlin Siagian (Dok.IDN Times/istimewa))
Mulyadi mengatakan ini merupakan bentuk penghormatan terakhir yang bisa dilakukan manajemen dan rekan-rekan dari mendiang Parlin. Diakui Mulyadi kontribusi Parlin teramat besar sejak memperkuat PSMS tahun 1972 dengan berbagai gelar juara.
"Selama hidupnya bang Parlin ikut membesarkan nama PSMS medan. Baik sewaktu sebagai pemain, pelatih bahkan sampai akhir hayatnya sebagai tim teknis PSMS. Dedikasi beliau yang begitu tinggi mendapat respek dari wajar parapelaku sepak bola sebagai penghormatan. Kepada keluarga yang ditinggalkan agar sabar. Dan tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga besar PSMS," tambah Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut ini.
Mulyadi mengatakan ada beberapa pesan yang paling diingatnya dari Parlin.
"Yang paling kita ingat harus punya pendirian, tidak boleh cengeng, harus berkarakter, gak boleh takut kalau memang kita merasa sudah di jalan yang benar dalam mengurus atau mengelola PSMS ini. Harus banyak berbuat," kenang Mulyadi.