Comscore Tracker

Dari Piala Menpora 2021, Lahir Bintang-bintang Lokal Baru

Regenerasi pemain-pemain untuk tim nasional

Hilman Syah tertunduk lesu. Kiper PSM itu teramat kecewa. Wajahnya tenggelam dalam pelukan salah seorang staf Juku Eja, julukan PSM. Empat penalti pemain Persija berhasil digagalkannya malam itu di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, 18 April 2021 lalu.

Nama-nama beken pula yang dibuat malu olehnya. Mulai dari Marco Simic, Novi Setiawan, Sandi Sute, hingga Riko Simanjuntak sukses dibaca Hilman. Tapi ternyata itu gak cukup. Andritany, kiper Persija tak kalah gemilang hingga akhirnya PSM gagal ke final Piala Menpora 2021 dengan kekalahan 3-4.

Hilman, kiper 23 tahun yang 'lahir' dari Piala Menpora 2021. Dari awalnya tak terdengar, hingga kini terus diperbincangkan. Bahkan digadang-gadang bakal mengisi slot di bawah mistar tim nasional.

Hilman dan sederet bintang lokal lain bersinar di turnamen pengobat rindu sepak bola Indonesia ini. Apalagi dominasinya mereka masih muda. Menjadi regenerasi baru, pemain berkualitas di tanah air. Berikut ulasannya.

Hilman Syah (PSM Makassar/23 Tahun)

Dari Piala Menpora 2021, Lahir Bintang-bintang Lokal BaruIDN Times/(Dok. Hilman Syah)

Jenoponto, sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan, dari sanalah Hilman berasal. Kiper kelahiran 25 Mei 1997 itu

Hilman Syah memang bersinar sepanjang turnamen. Selama empat musim dia memperkuat tim muda Juku Eja sejak 2017 dan masuk skuat senior pada 2018. Namun caps-nya bisa dihitung dengan jari. Dia berada di bawah bayang-bayang Rivki Modokompit. Namun awal musim 2020, Hilman mulai dipercaya sebagai kiper inti. Dua penampilan di Liga 1 dan 1 di AFC Cup dilakoninya. Sayang kompetisi berhenti karena pandemik.

Akhirnya saat Piala Menpora 2021 digelar, PSM tak berpikir mencari kiper lagi setelah hengkangnya Miswar Syahputra ke PSS Sleman. Cukup mempercayai kiper berusia 23 tahun itu saja cukup.

Dan kepercayaan itu dijawab Hilman Syah dengan apik. Dari statistik di website Liga Indonesia Baru, Hilman nangkring di urutan teratas kiper dengan penyelamatan terbanyak. 16 saves ditorehkannya hingga semi final. Hilman juga mencatat 4 kali cleansheet sejak penyisihan dan hanya kebobolan 3 gol.

Nama Hilman semakin melambung saat jadi pahlawan penentu lolosnya PSM Makassar ke semi final Piala Menpora menghadapi PSIS di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, pada 9 April 2021. Juku Eja menang 4-2 pada adu penalti setelah tendangan Arhan Alief dan Harri Nur Syahputra.

"Hilman Syah percaya diri dan dia bisa membaca ke mana arah bola. Dia bisa menggagalkan dua kali. Itu mengangkat moral (pemain) kami yang belum menendang," kata Pelatih PSM, Syamsuddin Batola.

Assanur Rijal 'Torres' (Persiraja/25 Tahun)

Dari Piala Menpora 2021, Lahir Bintang-bintang Lokal BaruAssanur Rijal Torres (instagram/persiraja_official)

Bukan bomber beken yang nangkring di top skor sementara Piala Menpora. Namun nama Assanur Rijal 'Torres' yang memimpin daftar top skor sementara. Empat gol ditorehkan Torres. Rasanya tak berlebihan menyematkan nama besar mantan striker timnas Spanyol 'Torres' sebagai julukannya. Nama itu disematkan pelatihnya saat berlatih saat kecil dulu kerap mengenakan baju dengan nama punggung Torres.

Pemain kelahiran 2 Maret 1996 ini sudah dua tahun memperkuat Persiraja. Dia salah satu bomber lokal yang bersaing dengan legiun-legiun asing di Piala Menpora itu. Namun Lantak Laju cukup percaya diri menempatkannya.

Apalagi Rijal Torres berjasa membawa Persiraja promosi ke Liga 1. Satu gol dari pemain kelahiran Lambeugak, Kabupaten Aceh Besar, ke gawang Sriwijaya FC menjadi gol penentu Laskar Rencong ke Liga 1.

Sebelum Persiraja, dia lebih dulu sukses mengantarkan Aceh United promosi ke Liga 2 tahun 2017. Bahkan dia didapuk jadi pemain terbaik Liga 3.

Pelatih Persiraja Hendri Susilo sadar kualitas Rijal Torres. Tak tanggung di laga perdana Piala Menpora, Rijal langsung moncer dengan mencetak hattrick ke gawang Persita. Uniknya, tiga dari empat gol yang ia lesakkan berasal dari kepalanya. Padahal Rijal Torres memiliki postur mungil dengan 165 cm.

Satu gol dari Torres lainnya diceploskannya ke gawang Persib. Sayang Persiraja takluk dari Maung Bandung dan gagal lolos dengan finish di peringkat ketiga dengan tiga poin.

"Torres pemain yang bagus. Sudah lama saya mengenalnya.Sejak dari Liga 2 kami mengandalkannya," kata Hendri Susilo.

 

Performa bagus di Piala Menpora bak pisau bermata dua bagi Persiraja. Torres dipastikan hengkang ke Persis Solo pasca-Piala Menpora.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Jelang Final Piala Menpora Persib Vs Persija

Saddam Emiruddin Gaffar (PSS/19 Tahun)

Dari Piala Menpora 2021, Lahir Bintang-bintang Lokal BaruSaddam mencetak gol pada laga PSS vs Persib (dok. Media PSS)

Nama Saddam Emiruddin Gaffar turut mencuat di Piala Menpora. Super Elang Jawa, julukan PSS Sleman menaruh kepercayaan kepada striker kelahiran 24 September 2001 itu turun empat laga di Piala Menpora. Striker bernomor 9 ini pun menjawab kepercayaan itu dengan apik. Produk asli Akademi PSS (EPA) ini mencetak dua gol. Kesemuanya ke gawang Persib pada dua leg semi final Piala Menpora.

Sayang gol-gol Saddam tak cukup membawa PSS lebih jauh melangkah di Piala Menpora.

Tapi kemunculan Saddam di turnamen ini menjadi sinyal positif regenerasi striker di timnas. Saddam bakal punya kesempatan lebih saat PSS Sleman bermain di Liga 1 nanti.

Kemunculan namanya ke tim senior PSS Sleman sebenarnya tak terlalu mengejutkan. Soalnya potensinya sudah lebih dulu dicium Shin Tae-Yong di Timnas U-19. Saddam menjadi bagian dari TC Timnas di Kroasia.

Bahkan dia turut menorehkan satu gol ke gawang Qatar pada uji coba September 2020 lalu. Saat itu skor imbang 1-1.

Saddam lebih dulu memperkuat timnas U-18 di Ajang AFF 2019 lalu di Vietnam. Postur 183 cm miliknya menjadi sebuah kelebihan karena Indonesia kerap kesulitan mendapatkan striker lokal dengan postur menjulang seperti itu.

"Saddam salah satu pemain yang bekerja dengan sangat keras dalam turnamen ini. Itu semua terlihat. Penting bagi kami mempunya opsi pemain yang banyak," kata Dejan Antonic, Pelatih PSS, Jumat (23/4/2021).

Braif Fatari (Persija/18 tahun)

Dari Piala Menpora 2021, Lahir Bintang-bintang Lokal BaruPemain Persija, Braif Fatari. (persija.id).

Braif Fatari menjadi pemain yang sukses bikin kaget Persib. Tak tanggung dia melakukannya di final Piala Menpora 2021, 22 April 2021 lalu. Sebuah gol dilesakkan pemain kelahiran 15 Juli 2008 itu saat laga leg I itu baru berjalan 32 detik. Gol yang sukses meruntuhkan mental Maung Bandung karena enam menit berselang gawang mereka bobol lagi lewat striker muda, Taufik Hidayat hingga Persib kalah 0-2.

"Alhamdulillah kepercayaan yang diberikan dimanfaatkan dengan baik oleh mereka. Mudah-mudahan pemain muda di Persija ini bisa terus menunjukkan kualitas untuk mengangkat tim di kemudian hari," kata Pelatih Persija, Sudirman.

Sosok Braif pun kembali melambung namanya. Dia adalah regenerasi talenta Papua. Usianya masih 18 tahun hingga saat ini.

Pemain yang mengidolakan Boaz Solossa ini merupakan pemain jebolan Garuda Select 2018 yang memperkuat Persija sejak 2019. Setahun berikutnya Braif masuk timnas U-19 untuk ajang Piala AFF 2019 di Vietnam.

Braif juga menjadi bagian dari skuat timnas U-19 di bawah asuhan Shin Tae-Yong yang ikut TC Kroasia. Pelatih Korea Selatan itu yang mengubah posisi Braif dari gelandang ke striker. Hasilnya dia turut melesakkan dua gol di Kroasia. Pertama ke gawang Arab Saudi dan selanjutnya ke NK Dugopolje yang dibobolnya.

Namun memang belum ada kesempatan memperkuat tim senior Persija sampai akhirnya di Piala Menpora 2021. Braif turun selama empat laga hingga final leg 1. Tiga laga sebagai pemain pengganti dan satu laga di final Braif dipercaya Sudirman sebagai starter.

Braif pun berpeluang untuk mendapat menit bermain yang lebih banyak di Macan Kemayoran saat Liga 1 2021 nanti.

Pratama Arhan Alif Rifai (PSIS/19 Tahun)

Dari Piala Menpora 2021, Lahir Bintang-bintang Lokal BaruPesepak bola PSM Makassar Zulkifli Syukur (kiri) berusaha menghalau bola dari pesepak bola PSIS Semarang Pratama Arhan (kanan) dalam pertandingan perempatfinal Piala Menpora di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Jumat (9/4/2021). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Bicara pemain muda, PSIS layak dipuji. Pelatih Mahesa Jenar, Dragan Djukanovic erani memainkan pemain-pemain muda sebagai starter. Catat saja Fredyan Wahyu (23),Farrel Arya (20), Pratama Arhan (19), Alfeandra Dewangga (19), dan Eka Febri Yogi Setiawan (21).

Kali ini kita membahas Pratama Arhan. Di usianya yang masih belia, Dragan memberinya kesempatan starter di empat laga PSIS sepanjang Piala Menpora. Pos bek kiri dipercayakan kepadanya.

Bahkan pemain kelahiran Blora 21 Desember 2001 ini mencetak dua gol dan satu assist. Salah satunya lewat tendangan bebas. Arhan punya kecepatan serta kemampuan menyerang dan bertahan yang sama baik. Dia juga tak mendapat satu kartu kuning pun dari empat laga.

Dragan pun sangat memuji performa Arhan, termasuk gol tendangan bebasnya. "Gol Arhan sangat luar biasa, dan Arhan adalah salah satu talenta besar, kami selalu mendukungnya. Saya percaya dia akan menjadi pemain besar," kata Dragan pada 30 Maret 2021 lalu.

Arhan sudah mencuri perhatian sejak dipanggil Shin Tae-yong mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas U-19 di Eropa.

Satu kelebihan lain adalah Arhan punya kemampuan lemparan ke dalam yang jauh. Pernah menjadi assist gol Saddam ke gawang Qatar. Dalam wawancara di laman resmi PSSI, Arhan ternyata mempelajarinya khusus sejak empat tahun lalu.

Arhan pertama mencuat di ajang Pro Elite Academy U-18 bersama PSIS tahun 2019. Laskar Mahesa Jenar dibawanya menjadi runner up.

Nah, selain nama-nama di atas, ada beberapa lagi pemain-pemain muda bersinar di Piala Menpora. Seperti Ronaldo Kwateh (Persebaya), Marselino (Madura United). Gak tanggung, di usia 16 tahun jebolan Pro Elite Academy itu bisa diberi kesempatan tampil 3 laga, meskipun didominasi dari bangku cadangan.

Ya, Piala Menpora memang menjadi pengalaman berharga yang tak disia-siakan pemain-pemain di atas. Patut disyukuri turnamen ini menjadi pengantar yang sukses untuk kompetisi Liga 1 mendatang. Tidak hanya disiplinnya protokol kesehatan, tapi juga lahirnya prestasi dan fairplay untuk kebangkitan sepak bola tanah air. Semoga mereka bisa melanjutkan penampilan apiknya di kompetisi nanti ya!

Baca Juga: Target Lolos Liga 1, PSMS Anggarkan Dana Rp8 Miliar

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya