Comscore Tracker

[BREAKING] Usai Buka Puasa, Massa GNKR Bubar dari KPU Sumut

Masih menunggu komando pusat

Medan, IDN Times - Massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) bertahan hingga petang di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, Selasa (21/5). Bahkan massa menggelar buka puasa bersama di sana.

Memasuki pukul 18.00 WIB, beberapa kendaraan membawa makanan berbuka untuk massa. Makanan itu langsung dibagikan kepada massa yang sudah duduk berhadap-hadapan.

Disela berbuka, azan berkumandang dari batas mobil komando, massa langsung bergegas menyusun shaf. Mereka salat magrib berjamaah.

Usai salat, seseorang dari mobil komando memberi instruksi kepada massa.

“Sudah ada keputusan dari presidium. Kita akan melanjutkan aksi ini di tempat yang berbeda. Ikuti truk ini. Kita sudah siap sesuai komando di Jakarta,” ujar laki-laki dari atas mobil komando.

Massa menuruti. Tenda biru yang dijadikan alas salat langsung dilipat.

“Sampah-sampah sisa makanan kita jangan lupa dikutip,” ujarnya.

Massa pun bergegas membubarkan diri. “Terima kasih saudara-saudara sekalian karena sudah mengikuti amanat undang-undang,” ujar petugas kepolisian lewat pengeras suara dari mobil Pengurai Massa (Raisa).

Sebelumnya, massa sudah berunjuk rasa sejak pukul 15.00 WIB. Tuntutan massa sama seperti sebelum-sebelumnya. Meminta agar Paslon Capres Joko Widodo-Ma'ruf Amin didiskualifikasi dari Pemilu 2019. Sebabnya karena dugaan kecurangan yang dilakukan secara Terstruktur Sistematis dan Masif oleh kubu nomor urut 01 itu.

" Kita minta KPU untuk mendiskualifikasi pasangan calon presiden 01 Joko Widodo-Ma'aruf Amin," ujar Presidium Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumut Rabualam dalam orasinya.

Dari begitu banyak laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, kata Rabualam, Hanya proses situng yang diterima, sementara gugatan penggelembungan suara tidak ditindaklanjuti.

"Kita lihat tadi malam menjelang pagi di saat sahur, KPU menyelesaikan perhitungan suara secepatnya. Seolah-olah mencuri waktu sebelum waktunya 22 Mei 2019. Ini penipuan, kita ingin KPU menghitung seluruh C1 yang ada diulang secara riil," pungkasnya.

Baca Juga: [BREAKING] Massa Pro Prabowo-Sandiaga Berhasil Kepung Bawaslu Sumut

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Just For You