Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan terlibat dalam berbagai aktivitas produksi. (Dok: Rutan Klas I Medan)
Selain menjadi bagian dari pembinaan, kegiatan usaha di Bimker juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Hingga Juli 2026, PNBP dari berbagai produk dan kegiatan usaha Bimker mencapai Rp24,5 juta. Angka tersebut berasal dari akumulasi penjualan produk kerajinan, sandal, tas, sandal hotel, aneka produk olahan UMKM, serta coffee shop.
Andi mengatakan pendapatan tersebut bukan berasal dari satu produk tertentu. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan berbagai kegiatan warga binaan bisa berjalan secara produktif.
“PNBP yang dihasilkan merupakan akumulasi dari berbagai produk dan kegiatan usaha yang ada di Bimker, bukan berasal dari satu jenis produk saja. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang kita lakukan memiliki nilai produktif. Kami akan terus mendorong agar potensi dan keterampilan Warga Binaan dapat dikembangkan sehingga menghasilkan karya yang bernilai dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Andi Surya.
Dengan target PNBP Rp36 juta dalam satu tahun, capaian hingga Juli 2026 tersebut menjadi salah satu indikator kegiatan Bimker telah menghasilkan aktivitas ekonomi di dalam Rutan Kelas I Medan.
Program tersebut juga ditujukan untuk membangun disiplin, tanggung jawab, rasa percaya diri, dan keterampilan kerja warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan di Bimker dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana. Jadi, mereka tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan yang bisa dikembangkan secara mandiri di tengah masyarakat,” pungkasnya.