Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Beutong Ateuh dan Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati Nagan Raya

Warga Beutong Ateuh dan Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati Nagan Raya
Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang bersama aliansi mahasiswa Kabupaten Nagan Raya menggeruduk kantor bupati setempat, Senin (22/6/2026). (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Intinya Sih
  • Warga Beutong Ateuh Banggalang dan mahasiswa Nagan Raya menggelar aksi di kantor bupati menolak rencana eksplorasi tambang yang dinilai mengancam lingkungan serta ruang hidup masyarakat.
  • Massa membawa spanduk berisi pesan penolakan tambang sambil berjalan dari Masjid Agung Baitul A’la menuju kantor bupati, menyuarakan perlindungan hutan hujan dan tanah Beutong Ateuh.
  • Orator aksi menegaskan Beutong Ateuh adalah wilayah sakral dan telah ditetapkan Mahkamah Agung sebagai kawasan tanpa aktivitas tambang, sehingga izin pertambangan dianggap melanggar hukum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Nagan Raya, IDN Times - Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang bersama aliansi mahasiswa Kabupaten Nagan Raya menggeruduk kantor bupati setempat pada Senin (22/6/2026).

Aksi ini bentuk penolakan massa terhadap rencana dan izin eksplorasi pertambangan di wilayah Kecamatan Beutong Ateuh. Mereka menilai aktivitas tersebut berpotensi mengancam lingkungan serta ruang hidup masyarakat setempat.

Pantauan IDN Times, massa yang didominasi ibu-ibu itu berjalan dari depan Masjid Agung Baitul A'la di Komplek Perkantoran Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, menuju kantor bupati.

Sambil membawa spanduk berisi aspirasi tuntutan, mereka berjalan dan turut berzikir serta salawat.

Aspirasi yang ditulis seperti "Selamatkan Hutan Hujan Beutong Ateuh", "Masyarakat Beutong Ateuh Menolak Seluruh Bentuk Izin Pertambangan Di Beutong Ateuh!!", dan "Beutong Ateuh For Life Not For Mining".

Lalu ada pula tulisan"Beutong Ateuh Bukan Tanah Kosong", dan kalimat lainnya yang berkaitsn terkait penolakan tambang di Beutong Ateuh.

Salah seorang orator mengatakan Beutong Ateuk tidak hanya sebuah daerah yang ada di pedalaman Aceh. Namun, juga tanah bersejarah dan wilayah yang harus dilindungi sehingga tidak boleh ada praktik tambang di kawasan tersebut.

"Supaya tahu, Beutong Ateuh ini adalah tanah aulia, tempat syuhada, tanah yang sakral, penuh akan berbagi kelebihan, " kata Teungku Diwa, salah seorang orator.

Dia menyampaikan, daerah Beutong Ateuh bukan sekadar hutan belantara. Di tempat ini ada manusia atau masyarakat yang hidup, bukan hanya binatang.

Ia juga mengatakan bahwasanya wilayah Beutong Ateuh merupakan wilayah yang sudah ditetapkan oleh Mahkamah Agung (MA) sebagai sebagai daerah yang tidak boleh ada aktivitas tambang.

"Oleh karena itu, siapapun yang mengeluarkan izin tambang maupun yang menambang, ini melanggar ketentuan hukum," ujarnya.

Aksi ini hingga kini masih berlangsung. Mereka ingin berjumpa dengan Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, untuk menyampaikan aspirasi penolakan aktivitas tambang.

Share Article
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More