- Ancaman El Niño
Tren Harga Beras Mahal, Pengamat Ekonomi Beber 3 Faktor Pemicunya

- Harga beras medium di Medan naik Rp200–Rp300 per Kg sejak 15 Juni 2026, dipicu kenaikan Pertamax dan kondisi pasokan yang mulai ketat.
- Pasar Brayan dan Petisah tercatat sebagai penyumbang utama lonjakan harga, dengan kenaikan mencapai Rp500 hingga Rp1.000 per Kg untuk jenis beras medium.
- Pengamat ekonomi menyebut tiga faktor utama yang bisa membuat harga beras tetap mahal: ancaman El Niño, biaya produksi meningkat, serta pelemahan Rupiah dan ketidakpastian geopolitik.
Medan, IDN Times — Harga beras di Sumatra Utara (Sumut) kembali naik sepekan terakhir. Kenaikan ini muncul setelah Pertamax naik Rp3.950 per liter. Sehingga menjadi sorotan warga pangan yang mau dibawa ke mana.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat, beras medium di Kota Medan naik Rp200 - Rp300 per Kg sejak 15 Juni 2026.
1. Kenaikan harga Pertamax dinilai berpeluang menaikkan biaya operasional distribusi tapi tidak signifikan untuk pangan

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menyebut, kenaikan harga Pertamax memang berpeluang menaikkan biaya operasional distribusi. Tapi dampaknya belum signifikan ke harga pangan.
“Sepekan setelah kenaikan Pertamax, saya tidak melihat ada dampak besar yang memicu kenaikan harga kebutuhan pangan,” kata Gunawan.
2. Gunawan menilai Pasar Brayan dan Petisah jadi penyumbang utama

Berdasarkan PIHPS Medan, beras medium naik dari Rp15.050 menjadi Rp15.250/Kg. Jenis medium lain naik dari Rp14.550 menjadi Rp14.850/Kg.
Pasar Brayan dan Petisah jadi penyumbang utama. Brayan naik Rp500/Kg untuk kedua jenis medium. Petisah bahkan naik Rp1.000/Kg untuk medium lainnya.
3. Ada tiga faktor beras terancam mahal sampai akhir tahun

Gunawan menegaskan, penyebab utama kenaikan saat ini adalah musim panen raya yang sudah berakhir di Sumut. Tapi ada 3 faktor lain yang bikin harga berpotensi bertahan mahal, yaitu:
Menurut Gunawan, ancaman Godzilla El Niño akan berpeluang menekan produktivitas tanaman padi. Sehingga, ini menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga beras.
- Biaya produksi naik
Selanjutnya, harga pupuk non-subsidi, herbisida, pestisida, dan potensi kenaikan gaji buruh tani terus menekan petani. Sehingga, kenaikan Pertamax juga menambah beban biaya distribusi.
- Rupiah melemah dan geopolitik
Gunawan menilai, pelemahan Rupiah bikin biaya produksi pertanian naik dan ditambah ketidakpastian geopolitik dan harga beras dunia yang rawan naik, pasokan jadi kunci.
“Pemerintah sudah umumkan surplus beras. Tapi kalau pasokan domestik tidak cukup dan mengandalkan impor, harga pembentukannya akan lebih tinggi saat ini,” pungkas Gunawan.

















