Lokomotif peninggalan Deli Spoorweg Maatschappij yang kini menjadi monumen (Dok. KAI Divre I Sumut)
Seiring proses revitalisasi, KAI untuk sementara menutup akses masyarakat untuk berswafoto di area monumen. Penataan kawasan stasiun dan area sekitar lokomotif dilakukan demi keamanan dan kenyamanan.
"Saat ini Stasiun Medan sedang dalam tahap penataan kawasan, termasuk di area sekitar monumen lokomotif. Oleh karena itu, masyarakat untuk sementara waktu belum bisa melakukan swafoto di lokasi tersebut hingga seluruh proses penataan selesai," tutur Anwar.
Ia menambahkan, DSM 38 merupakan satu-satunya monumen lokomotif uap yang dipajang secara permanen di kawasan stasiun aktif di Sumatra Utara. Meski belum ditetapkan sebagai cagar budaya, lokomotif ini memiliki nilai historis sangat tinggi bagi perkembangan perkeretaapian di Pulau Sumatra.
"KAI berkomitmen menjaga dan melestarikan aset heritage perkeretaapian sebagai warisan sejarah bangsa. Kami berharap Stasiun Medan ke depan dapat menjadi salah satu destinasi wisata heritage yang membanggakan Sumatera Utara," kata Anwar.
Dengan usia yang sudah lebih satu abad, DSM 38 kini tidak lagi mengangkut penumpang. Namun ia tetap "bekerja" sebagai penjaga sejarah, mengingatkan setiap orang yang melintas di Stasiun Medan tentang peran kereta api dalam membangun Sumatra Utara.