Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tren Harga Beras Mahal, Pengamat Ekonomi Beber 3 Faktor Pemicunya
Ilustrasi beras putih (pexels.com/Suki Lee)
  • Harga beras medium di Medan naik Rp200–Rp300 per Kg sejak 15 Juni 2026, dipicu kenaikan Pertamax dan kondisi pasokan yang mulai ketat.
  • Pasar Brayan dan Petisah tercatat sebagai penyumbang utama lonjakan harga, dengan kenaikan mencapai Rp500 hingga Rp1.000 per Kg untuk jenis beras medium.
  • Pengamat ekonomi menyebut tiga faktor utama yang bisa membuat harga beras tetap mahal: ancaman El Niño, biaya produksi meningkat, serta pelemahan Rupiah dan ketidakpastian geopolitik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 Juni 2026

PIHPS mencatat harga beras medium di Kota Medan naik Rp200–Rp300 per kilogram sejak tanggal ini setelah kenaikan harga Pertamax.

sepekan terakhir

Harga beras di Sumatra Utara kembali naik, terutama di Pasar Brayan dan Petisah yang menjadi penyumbang utama kenaikan.

kini

Pengamat ekonomi memperingatkan tiga faktor yang dapat membuat harga beras tetap mahal hingga akhir tahun, yaitu ancaman El Niño, kenaikan biaya produksi, serta pelemahan Rupiah dan ketidakpastian geopolitik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga beras di Sumatra Utara mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir, terutama untuk jenis beras medium di sejumlah pasar utama Kota Medan.
  • Who?
    Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat serta menjelaskan perkembangan harga beras di wilayah tersebut.
  • Where?
    Kenaikan harga terjadi di Kota Medan, khususnya di Pasar Brayan dan Pasar Petisah yang menjadi penyumbang utama perubahan harga.
  • When?
    Kenaikan harga tercatat sejak 15 Juni 2026 dan terus berlangsung hingga pekan ini menurut data PIHPS Sumatra Utara.
  • Why?
    Penyebab utama adalah berakhirnya musim panen raya, ditambah ancaman El Niño, kenaikan biaya produksi pertanian, pelemahan Rupiah, serta ketidakpastian geopolitik global.
  • How?
    Beras medium naik Rp200–Rp300 per kilogram; di Pasar Brayan naik Rp500/Kg dan di Pasar Petisah mencapai Rp1.000/Kg akibat kombinasi faktor cuaca, biaya distribusi, dan nilai tukar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Harga beras di Medan naik lagi minggu ini. Katanya karena bensin Pertamax juga naik. Di pasar Brayan dan Petisah, harga beras naik lebih banyak. Pak Gunawan bilang panen padi sudah habis, jadi beras bisa mahal terus. Dia juga bilang cuaca panas El Niño, pupuk mahal, dan uang Rupiah lemah bikin petani susah sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun harga beras di Sumatra Utara mengalami kenaikan, analisis Gunawan Benjamin menunjukkan bahwa dampak kenaikan Pertamax terhadap pangan belum signifikan, menandakan stabilitas relatif dalam rantai distribusi. Selain itu, adanya surplus beras yang diumumkan pemerintah memberi sinyal positif mengenai ketersediaan pasokan domestik di tengah tantangan produksi dan kondisi global yang tidak pasti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times — Harga beras di Sumatra Utara (Sumut) kembali naik sepekan terakhir. Kenaikan ini muncul setelah Pertamax naik Rp3.950 per liter. Sehingga menjadi sorotan warga pangan yang mau dibawa ke mana.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat, beras medium di Kota Medan naik Rp200 - Rp300 per Kg sejak 15 Juni 2026.

1. Kenaikan harga Pertamax dinilai berpeluang menaikkan biaya operasional distribusi tapi tidak signifikan untuk pangan

ilustrasi beras merah (pixabay.com/hxc0204)

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menyebut, kenaikan harga Pertamax memang berpeluang menaikkan biaya operasional distribusi. Tapi dampaknya belum signifikan ke harga pangan.

“Sepekan setelah kenaikan Pertamax, saya tidak melihat ada dampak besar yang memicu kenaikan harga kebutuhan pangan,” kata Gunawan.

2. Gunawan menilai Pasar Brayan dan Petisah jadi penyumbang utama

ilustrasi mencuci beras (freepik.com/freepik

Berdasarkan PIHPS Medan, beras medium naik dari Rp15.050 menjadi Rp15.250/Kg. Jenis medium lain naik dari Rp14.550 menjadi Rp14.850/Kg.

Pasar Brayan dan Petisah jadi penyumbang utama. Brayan naik Rp500/Kg untuk kedua jenis medium. Petisah bahkan naik Rp1.000/Kg untuk medium lainnya.

3. Ada tiga faktor beras terancam mahal sampai akhir tahun

ilustrasi beras putih (vecteezy.com/Krzysztof Bubel)

Gunawan menegaskan, penyebab utama kenaikan saat ini adalah musim panen raya yang sudah berakhir di Sumut. Tapi ada 3 faktor lain yang bikin harga berpotensi bertahan mahal, yaitu:

  • Ancaman El Niño

Menurut Gunawan, ancaman Godzilla El Niño akan berpeluang menekan produktivitas tanaman padi. Sehingga, ini menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga beras.

  • Biaya produksi naik

Selanjutnya, harga pupuk non-subsidi, herbisida, pestisida, dan potensi kenaikan gaji buruh tani terus menekan petani. Sehingga, kenaikan Pertamax juga menambah beban biaya distribusi.

  • Rupiah melemah dan geopolitik

Gunawan menilai, pelemahan Rupiah bikin biaya produksi pertanian naik dan ditambah ketidakpastian geopolitik dan harga beras dunia yang rawan naik, pasokan jadi kunci.

“Pemerintah sudah umumkan surplus beras. Tapi kalau pasokan domestik tidak cukup dan mengandalkan impor, harga pembentukannya akan lebih tinggi saat ini,” pungkas Gunawan.

Editorial Team

Related Article