Sosiolog Unimed Ricky Ardian Putra. (Dok: Pribadi)
Fenomena ini tak luput dari kacamata akademisi. Sosiolog Universitas Negeri Medan (Unimed) Muhammad Ricky Ardiansyah Putra membedah pola ini melalui Teori Strukturasi Anthony Giddens. Baginya, krisis lingkungan bukan semata soal ekosistem yang hancur, tapi sangat lekat dengan struktur sosial masyarakat.
Ricky menyoroti lahirnya standar ganda struktural. Ada kontradiksi tajam antara tuntutan hidup ekologis dengan realita sistem ekonomi dan budaya keseharian yang mengepung Gen Z.
"Standar ganda struktural muncul ketika masyarakat menyampaikan tuntutan ekologis, tetapi institusi tidak konsisten mendukung tuntutan tersebut," terang Ricky, Selasa (27/10/2026).
Ia memberi contoh konkret. Anak muda diminta mengurangi kendaraan pribadi, tapi hidup di wilayah dengan transportasi umum yang terbatas. Mereka disuruh mengurangi plastik, tapi produk sekali pakai dibiarkan membanjiri pasar.
Jika dibiarkan, generasi muda akan menggugat. Mereka akan mempertanyakan mengapa tanggung jawab menjaga lingkungan dibebankan kepada individu, sementara keputusan tata ruang dan eksploitasi dikendalikan aktor penguasa.
Di sisi lain, Ricky menyebut ekosistem digital juga diatur oleh viralitas dan algoritma. Perhatian publik pada krisis lingkungan bisa tiba-tiba memuncak, namun gampang pula tersisih oleh arus tren informasi yang baru.
"Tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan generasi muda yang sadar akan krisis lingkungan. Melainkan membangun struktur sosial yang memungkinkan kesadaran itu diwujudkan dalam tindakan kolektif dan perubahan institusional," katanya.