Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tim SAR mengevakuasi korban tenggelam di Danau Toba. (Dok: SAR Medan)
  • Seorang pria lanjut usia tenggelam saat berenang kembali ke tepi Pantai Siporoporo, Danau Toba.

  • Tim SAR Gabungan mengerahkan tiga unit pencarian dengan kapal cepat, perahu karet, sonar, dan regu penyelam.

  • Korban ditemukan di dasar danau pada kedalaman sekitar 17 meter dan diserahkan kepada pihak keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (1/11/2026)

Mangantar Napitupulu tenggelam saat berenang di Pantai Siporoporo. Korban kemudian ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga.

sekitar pukul 14.45 WIB

Korban mencoba berenang kembali ke tepi pantai, mengalami kelelahan ekstrem, lalu perlahan tenggelam.

pukul 16.00 WIB

Tim Rescue Pos SAR Danau Toba tiba di lokasi dan membagi kekuatan menjadi tiga unit pencarian.

pukul 17.55 WIB

Regu penyelam menemukan tubuh Mangantar di dasar danau pada kedalaman kurang lebih 17 meter.

Senin (2/11/2026)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menyampaikan bahwa korban telah ditemukan dan diserahkan kepada keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mangantar Napitupulu, 66 tahun, tenggelam dan ditemukan meninggal dunia di dasar Danau Toba.
  • Who?
    Mangantar Napitupulu, warga Kabupaten Simalungun, bersama rekan-rekan jemaat gerejanya.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di perairan Pantai Siporoporo, Desa Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Danau Toba.
  • When?
    Peristiwa bermula sekitar pukul 14.45 WIB pada Minggu (1/11/2026), dan korban ditemukan pukul 17.55 WIB.
  • Why?
    Korban diduga mengalami kelelahan ekstrem saat berenang kembali ke tepi pantai.
  • How?
    Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran dengan kapal cepat, sonar, perahu karet, dan regu penyelam sebelum menemukan korban di kedalaman sekitar 17 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seorang kakek bernama Mangantar berenang di Pantai Siporoporo bersama teman-teman gerejanya. Saat mau kembali ke tepi, tubuhnya sangat lelah lalu tenggelam. Warga dan keluarga mencari, kemudian Tim SAR datang dengan kapal dan penyelam. Mangantar ditemukan di dasar danau dan sudah diserahkan kepada keluarganya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kerja sama warga, keluarga, Basarnas, dan Tim SAR Gabungan mempercepat pencarian korban. Pembagian tugas menjadi tiga unit membuat penyisiran dilakukan secara berlapis melalui permukaan air, bibir pantai, dan bawah air, hingga korban ditemukan lalu diserahkan kepada pihak keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Simalungun, IDN Times – Liburan rombongan jemaat gereja di Pantai Siporoporo, perairan Danau Toba, berujung duka. Seorang pria lanjut usia bernama Mangantar Napitupulu (66) tewas tenggelam pada Minggu (1/11/2026).

Warga Kabupaten Simalungun itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa usai terseret ke dasar danau. Jasadnya dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menjelang magrib setelah operasi penyisiran dan penyelaman dikerahkan.

Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 14.45 WIB. Saat itu, korban tengah asyik berenang menikmati perairan Pantai Siporoporo, Desa Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean bersama rekan-rekan jemaatnya.

Petaka datang saat korban mencoba berenang kembali ke tepi pantai. Fisiknya diduga terkuras habis. Ia mengalami kelelahan ekstrem hingga tubuhnya perlahan tenggelam.

Warga setempat dan rekan korban sempat panik mencoba mencari. Nahas, tubuh lansia itu keburu hilang ditelan air. Pihak keluarga akhirnya melaporkan insiden ini ke pihak Basarnas.

Merespons laporan darurat, Tim Rescue Pos SAR Danau Toba langsung meluncur ke lokasi. Tiba pukul 16.00 WIB, tim membagi kekuatan menjadi tiga unit pencarian (Search and Rescue Unit/SRU).

Pencarian dilakukan secara berlapis. SRU pertama menyisir perairan memakai kapal cepat sekaligus memindai dasar danau dengan alat sonar. SRU kedua menyisir bibir pantai menggunakan perahu karet.

Sementara itu, tim dari SRU ketiga mengambil langkah taktis dengan menerjunkan regu penyelam langsung ke titik terakhir korban terlihat.

Penyisiran intensif di bawah air akhirnya membuahkan hasil. Tepat pukul 17.55 WIB, regu penyelam menemukan tubuh Mangantar terbujur kaku di dasar danau.

"Berkat kerja sama dan sinergi seluruh unsur, korban akhirnya berhasil ditemukan pada kedalaman kurang lebih 17 meter dan telah diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, Senin (2/11/2026).

Editorial Team

Related Article