Keluarga almarhum Reza menangis kala menerima barang dari KP3MI (dok.pribadi)
Saut Simamora beberapa kali tampak mengelus bahu istrinya mencoba menularkan ketabahan. Sudah 7 bulan berlalu dari kematian sang anak, namun baru hari ini mereka menerima kembali barang-barang milik almarhum Reza.
"Aduh Pak kenapa ini, Pak?! Kok bisa begini Pak, kok terbuka? Ini di-packing, kan, dari Korea? Kenapa bisa terbuka?" teriak Tetty sembari menangis kala menerima koper anaknya dalam kondisi terbuka, Rabu (15/4/2026).
Saat dicek kembali oleh suaminya, Saut, ia mengatakan bahwa ponsel milik anaknya hilang. Hanya ada kotak ponsel merek Samsung dan charger-nya saja.
"Ini Samsung, jelas namanya Samsung. Baru dibeli. Ada 2 HP anak saya, atas nama almarhum Reza Valentino Simamora. Tapi tidak ada di tas yang sudah dipulangkan dan disampaikan ke kami. Ini (ponsel) masih utuh sewaktu kawannya mengantarkan ke KBRI, Korea. Saya kecewa, Pak Menteri," keluh Saut Simamora.
Ia menduga bahwa barang-barang milik anaknya sudah diacak-acak. Jika benar terbukti, Saut akan melaporkan kasus ini ke Komnas HAM hingga Ombudsman.
"Ini diacak-acak tas anak saya yang sudah meninggal. HP anak saya hilang 2. Saya sangat kecewa. Ini packing-an dari sana, dari kawannya. Tadi (koper) sudah terbongkar," lanjutnya.