ilustrasi genset (unsplash.com/Fahim)
Kapolsek Air Putih, AKP Rahmad R. Hutagaol, bersama Kasat Reskrim Polres Batu Bara, AKP Masagus Z.D., memimpin langsung penanganan peristiwa tersebut bersama personel Unit Inafis Polres Batu Bara.
Polisi menyebut dugaan awal mengarah pada kemungkinan korban mengalami keracunan akibat paparan asap mesin genset saat listrik padam total. Namun, hingga kini penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak keluarga korban diketahui tidak bersedia dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan. Saat ini Polres Batu Bara masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi dan hasil medis untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Kondisi korban yang diduga disebabkan oleh asap genset saat pemadaman mendapat kritik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan. Direktur LBH Medan mendesak agar negara bertanggung jawab atas jatuhnya korban.
“Ini adalah dampak dari pemadaman total. Ini tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab negara dalam memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap pengguna layanan ketenagalistrikan,” kata Irvan.
Tidak hanya di Sumut, korban tewas saat pemadaman listrik itu juga terjadi di Sumatra Barat. Dua remaja ditemukan tewas dan satu lainnya kritis diduga menghirup gas beracun karbon monoksida dari mesin genset di Masjid Nurul Huda, Nagaari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).