Sudah Direnovasi tapi Belum Dimaanfaatkan, Bagaimana Nasib Warenhuis?

- Opsi kerja sama dengan pihak ketiga terbuka karena biaya operasional gedung yang cukup besar
- Gedung Warenhuis kembali pada niat awal pembangunan yakni sebagai ruang bagi aktivitas seni dan kreativitas
- Gedung Warenhuis juga memiliki potensi sebagai lokasi berbagai kegiatan
Medan, IDN Times - Gedung Warenhuis, salah satu gedung sejarah pada zzamannya tempat supermarket pertama di Kota Medan. Supermarket ini disebut dengan toko serba ada, yang telah berpuluh tahun hanya dijadikan sebagai cagar budaya dan bangunan bersejarah.
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap saat meninjau gedung bersejarah ini, pada Senin (12/1/2026). Dalam peninjauannya, dia mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat untuk memutuskan arah pemanfaatan gedung yang dinilainya sudah siap digunakan. Menurutnya, kondisi Gedung Warenhuis saat ini sudah sangat baik dan representatif.
“Dalam satu atau dua hari ke depan kita akan langsung rapat untuk menentukan gedung ini akan dijadikan apa. Bangunannya sudah siap, sangat cantik dan indah,” ujarnya.
1. Opsi kerja sama dengan pihak ketiga terbuka karena biaya operasional gedung yang cukup besar

Baginya, salah satu hal yang akan dibahas adalah penentuan dinas yang akan mengelola Gedung Warenhuis. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, atau kerja sama dengan pihak ketiga.
Menurut Zakiyuddin, opsi kerja sama dengan pihak ketiga terbuka karena biaya operasional gedung yang cukup besar. “Bangunan ini besar, biaya operasionalnya juga besar, mulai dari listrik, air, hingga keamanan. Itu semua harus diperhitungkan,” katanya.
2. Gedung Warenhuis kembali pada niat awal pembangunan yakni sebagai ruang bagi aktivitas seni dan kreativitas

Terkait fungsi gedung, Zakiyuddin menyampaikan keinginannya agar Gedung Warenhuis kembali pada niat awal pembangunannya, yakni sebagai ruang bagi aktivitas seni dan kreativitas. Ia berharap gedung tersebut dapat menjadi wadah bagi para seniman dan komunitas kreatif.
“Saya lebih suka arah pemanfaatannya kembali ke niat awal, sebagai tempat kreatif bagi orang-orang seni dan seniman,” ungkapnya.
3. Gedung Warenhuis juga memiliki potensi sebagai lokasi berbagai kegiatan

Selain itu, Gedung Warenhuis juga memiliki potensi sebagai lokasi berbagai kegiatan. Berdasarkan masukan dari Dinas Pariwisata, gedung ini telah banyak diminati untuk penyelenggaraan acara seperti pernikahan, pameran, hingga rapat kerja nasional.
Zakiyuddin menambahkan, lahan kosong di sekitar gedung juga direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai area parkir guna mendukung kegiatan di Gedung Warenhuis.
Dia memastikan, gedung tersebut terbuka untuk digunakan komunitas kreatif yang ingin menggelar kegiatan seperti diskusi atau acara seni. Namun, mekanisme penggunaan nantinya akan menjadi tanggung jawab dinas pengelola yang ditetapkan oleh Pemko Medan.
“Karena ini milik pemerintah, nanti dinas yang mengelola akan bertanggung jawab penuh terhadap pemanfaatan dan penggunaan gedung ini,” pungkasnya.
Sekadar informasi, revitalisasi Gedung Warenhuis dimulai sejak 2023 saat Pemko Medan dipimpin Bobby Nasution, sebagai bagian dari upaya memulihkan Kawasan Kota Lama Kesawan dan mendorong ekonomi kreatif serta UMKM. Bangunan awalnya direncanakan sebagai creative hub, ruang ekspo bagi UMKM, serta tempat aktivitas kuliner dan seni budaya.
Gedung ini sempat diresmikan pada 16 Februari 2025 oleh Bobby sendiri lewat event bertema Warenhuis Fest 2025. Sebelumnya renovasi yang dimulai sejak 2023 ini menelan anggaran Rp32 miliar.


















