Sopir Truk Air Mineral Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Sibolangit

- Polisi menetapkan sopir truk air mineral, Bronson Sinaga alias Ilham, sebagai tersangka kecelakaan beruntun di Jalur Medan–Berastagi yang menewaskan empat orang pada Jumat, 17 Juli 2026.
- Penyidik menemukan dugaan kelalaian pengemudi setelah rem truk diduga tidak berfungsi saat turunan dan persneling gagal berpindah, membuat kendaraan kehilangan kendali di kawasan Sibolangit.
- Kecelakaan melibatkan sembilan kendaraan dengan empat korban tewas dan enam luka berat; analisis kecepatan truk masih diselidiki oleh Polda Sumatra Utara melalui metode Traffic Accident Analysis.
Medan, IDN Times- Polisi resmi menetapkan sopir truk pengangkut air mineral, Bronson Sinaga alias Ilham (50), sebagai tersangka dalam kecelakaan beruntun yang menewaskan empat orang di Jalur Medan–Berastagi, tepatnya di kawasan Sibolangit, Jumat (17/7/2026).
Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP SL Widodo mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan adanya dugaan kelalaian pengemudi yang memicu kecelakaan maut tersebut. Sementara itu, kernet truk, Suherman Kurniawansyah, masih berstatus sebagai saksi.
"Kita periksa secara terpisah agar tidak terjadi distorsi. Menurut keterangan kernet, saat melewati tanjakan tidak jauh dari Kantor Koramil, persneling sudah di gigi empat. Saat hendak diturunkan ke gigi tiga sudah tidak masuk, sudah hilang," kata Widodo melalui sambungan telepon, Minggu (19/7/2026).
1. Rem diduga bermasalah saat turunan

Widodo menjelaskan, setelah melewati tanjakan, truk memasuki jalur turunan. Pada kondisi tersebut, rem kendaraan diduga sudah tidak berfungsi dengan baik sehingga laju truk tidak dapat dikendalikan.
"Diturunkan ke gigi tiga sudah tidak dapat. Truk meluncur terus ke bawah dan hampir mengenai truk tangki di depan salah satu SPBU di dekat lokasi," ujarnya.
2. Sopir diduga panik saat

Saat melaju dengan kecepatan tinggi, sopir sempat mengarahkan truk ke jalur kiri. Namun karena kondisi lalu lintas di depannya cukup padat, ia kembali membanting setir ke jalur kanan sambil menarik rem tangan.
"Truk tangki sempat disenggol, tetapi tidak parah. Dia menghindar ke kanan karena ada antrean pengisian BBM. Setelah melewati SPBU, dia membanting ke kanan sambil menarik handbrake. Kernet juga ikut menarik handbrake. Setelah itu truk kembali ke jalur kiri," jelasnya.
Dalam kondisi tersebut, laju truk disebut masih sangat kencang. Kernet bahkan berpindah ke belakang kursi pengemudi saat situasi semakin mencekam. "Pengemudi diduga panik dan akhirnya menghantam kendaraan-kendaraan di depannya hingga truk terbalik," ungkap Widodo.
3. Sebanyak 4 orang tewas, dan 6 dirawat di rumah sakit

Terkait hasil penyelidikan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengetahui kecepatan truk saat kecelakaan terjadi, Widodo mengatakan proses analisis masih dilakukan oleh Polda Sumatra Utara. Sebelumnya, kecelakaan beruntun yang melibatkan sedikitnya sembilan kendaraan terjadi di Jalur Medan–Berastagi, kawasan Sibolangit, pada Jumat (17/7/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka berat, dan dua lainnya mengalami luka ringan.
Para korban tewas antara lain Heppi Sitinjak (60), warga Kota Sidikalang. Dinaria Manik (60), warga Kota Sidikalang. Samsir Sitinjak (30), warga Kota Sidikalang. Anton Simorangkir (38), warga Kecamatan Sibolangit. Sementara 6 korban yang menjalani perawatan adalah Siti Mawan (51), Pebrianto Siburian (31), Rafika Lince (41), Harta Ulina (50), Seventri Amandasari Manihuruk (27), Five Sitinjak (11), Gabe Roida Sitinjak (18), dan Rinto Sitinjak (23).


![[BREAKING] Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Hancur](https://image.idntimes.com/post/20231010/1-baru-70888f86a23f2642fd4088df61f2c9bb-aa98e799af90ebb12e27b2dd915a0b47.png)














