Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah Pilu Keluarga Sitinjak, Korban Kecelakaan Sibolangit

Kisah Pilu Keluarga Sitinjak, Korban Kecelakaan Sibolangit
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
Intinya Sih
  • Kecelakaan beruntun di Jalan Lintas Medan-Berastagi, Sibolangit, menewaskan dua orang tua Roma Sitinjak dan melibatkan tujuh kendaraan pada Jumat pagi.
  • Roma mengetahui kecelakaan itu dari unggahan media sosial dan kemudian mendapat kabar duka bahwa kedua orang tuanya, Heppi Sitinjak dan Dinaria Manik, telah meninggal dunia.
  • Tiga saudaranya masih dirawat di RSUP H Adam Malik Medan, sementara jenazah kedua orang tuanya akan dimakamkan di Desa Bakal Julu, Kabupaten Dairi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times- Tangis pecah di Ruang Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah RSUP H Adam Malik Medan, Jumat (17/7/2026) malam. Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan beruntun di Jalan Lintas Medan-Berastagi, Sibolangit, yang melibatkan tujuh kendaraan pada pagi harinya.

Di antara keluarga yang paling terpukul adalah Roma Sitinjak (21). Dalam hitungan jam, ia kehilangan kedua orang tuanya, sementara empat anggota keluarga lainnya terluka akibat kecelakaan tersebut.

1. Keluarga berangkat dari Sidikalang menuju Medan untuk mengantar adiknya kuliah di Jambi

Petugas kepolisian dan tim penyelamat menangani kecelakaan maut di Sibolangit dengan kondisi kendaraan rusak parah di pinggir jalan.
Penanganan kecelakaan maut di Sibolangit, Jumat (17/7/2026) (dok.Polda Sumut)

Hari itu seharusnya menjadi momen bahagia bagi keluarga Sitinjak. Mereka berangkat dari Sidikalang menuju Medan untuk mengantar Gabe Roida Sitinjak memulai babak baru sebagai mahasiswa Jurusan Perpajakan Universitas Jambi. Tak ada yang menyangka perjalanan penuh harapan itu justru berubah menjadi tragedi.

Roma yang sedang libur bekerja di Hillpark memilih tetap berada di Medan. Ia bahkan telah mengambil cuti karena berencana ikut mengantar adiknya menuju loket Bus Rapi sebelum berangkat ke Jambi.

Sekitar pagi hari, telepon genggamnya dipenuhi kabar mengenai kecelakaan besar di kawasan Sibolangit. Informasi pertama datang dari rekan kerjanya yang mengunggah kondisi kecelakaan melalui media sosial. "Saya lihat teman yang kerja di Hillpark membuat story tentang kecelakaan itu," katanya.

Saat membuka unggahan tersebut, Roma langsung mengenali sebuah mobil merah milik kerabatnya, Pebrianto Siburian. Namun beberapa saat kemudian, jantungnya semakin berdegup ketika melihat mobil hitam yang juga berada di lokasi kejadian.

Mobil itu adalah kendaraan yang ditumpangi kedua orang tuanya bersama anggota keluarga lainnya. Tanpa pikir panjang, Roma segera menghubungi saudara-saudaranya untuk memastikan kondisi keluarga.

"Saya langsung kasih tahu abang dan tante. Saya tanya keberadaan bapak, mamak, sama abang karena sadar mobil mereka ada di lokasi kecelakaan," ujarnya.

2. Sang abang mengabarkan jika kedua orangtuanya sudah berpulang

Petugas PMI mengenakan seragam oranye mengevakuasi lokasi kecelakaan truk di Sibolangit dengan kondisi kendaraan rusak parah di jalan raya.
Penanganan kecelakaan maut di Sibolangit, Jumat (17/7/2026) (dok.Polda Sumut)

Harapan masih sempat muncul ketika mendapat informasi bahwa dua anggota keluarganya, Five Sitinjak dan Gabe Roida Sitinjak, berhasil dievakuasi ke RSUP H Adam Malik Medan.Namun harapan itu perlahan sirna. Kakaknya, Raden, yang lebih dulu tiba di lokasi kecelakaan, menelepon dan menyampaikan kabar yang paling tidak ingin didengar siapa pun.

Kedua orang tua mereka, Heppi Sitinjak (60) dan Dinaria Manik (60), meninggal dunia. "Ditelepon Bang Raden, katanya mamak sudah enggak ada, kemudian bapak juga," ucap Roma dengan suara bergetar.

Roma merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Bersama kedua orang tua mereka, keluarga besar itu berjumlah sepuluh orang.

3. Kondisi saudara Roma Sitinjak

Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)
Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

Di tengah suasana duka, ia masih terus menunggu kabar mengenai kondisi saudara-saudaranya yang menjalani perawatan.Menurut Roma, Five Sitinjak hingga kini belum sadarkan diri. Sementara Rinto Sitinjak dan Gabe Roida Sitinjak telah sadar dan masih dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat RSUP H Adam Malik Medan.

Yang paling membekas di ingatannya adalah percakapan terakhir dengan Gabe. Sekitar pukul 09.00 WIB, mereka masih sempat berbincang melalui telepon.

Sehari-hari, Heppi Sitinjak dan Dinaria Manik menggantungkan hidup sebagai petani di Sidikalang. Keduanya dikenal sebagai sosok pekerja keras yang membesarkan delapan anak mereka dari hasil mengolah ladang. Rencananya, jenazah Heppi Sitinjak dan Dinaria Manik akan dimakamkan di Dusun II Juma Gunung, Desa Bakal Julu, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi. Di sanalah kisah hidup keduanya akan berakhir, sementara keluarga yang ditinggalkan harus belajar menerima luka yang datang begitu tiba-tiba.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sumatera Utara

See More