Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gegara Cekcok, Petani Tapsel Tewas Ditembak Senapan Angin

Gegara Cekcok, Petani Tapsel Tewas Ditembak Senapan Angin
Ilustrasi penembakan. (IDN Times/Arief Rahmat)
Share Article

Tapanuli Selatan, IDN Times – Misteri kematian Arinus Giawa (40), seorang petani asal Lingkungan V, Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terungkap. Arinus diduga menjadi korban pembunuhan setelah ditemukan meninggal dunia di sebuah kandang babi milik warga di Dusun Harapan Maju, Desa Gunung Baringin, Sabtu malam (11/7/2026). Polisi menduga korban meninggal akibat luka tembak pada bagian dada sebelah kiri.

Polisi melakukan penyelidikan. Tim dari Satreskrim Polres Tapsel berhasil menangkap seorang pria berinisial IG yang diduga sebagai pelaku. Penangkapan dilakukan hanya beberapa jam setelah kejadian.

1. Korban ditemukan tewas di kandang babi setelah diduga ditembak

Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Aries Rahmat)
Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Aries Rahmat)

Kasat Reskrim Polres Tapsel Iptu BD Sitorus, menjelaskan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait penemuan seorang warga yang tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah kandang babi.

Mendapat laporan tersebut, Tim Unit Pidum Satreskrim Polres Tapsel yang dipimpin Kanit Ipda Bambang Rahmadi bersama personel identifikasi langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Tim juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut," ujar Kasat dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (17/7/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, polisi memperoleh informasi bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat bertemu dengan seorang pria berinisial IG yang diduga kuat sebagai pelaku.

Pertemuan keduanya terjadi di jalan sekitar Desa Gunung Baringin. Saat itu, keduanya diduga terlibat percakapan terkait ucapan korban yang dianggap menyinggung atau memaki IG.

"Terduga pelaku mempertanyakan kepada korban mengapa dirinya dimaki. Korban menjawab bahwa, dirinya tidak akan mengulangi perbuatan tersebut," terangnya.

2. Diduga cekcok dengan korban, pelaku tembakkan senapan angin ke dada

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Mardya Shakti)

Menurut hasil penyelidikan sementara, percakapan antara korban dan IG diduga berubah menjadi aksi kekerasan. Polisi menduga saat itu IG telah membawa senapan angin dan mengarahkannya kepada korban.

Senapan angin tersebut kemudian diduga ditembakkan hingga mengenai bagian dada kiri korban. Meski mengalami luka serius, Arinus disebut masih sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan lokasi.

Dalam kondisi terluka, korban kemudian masuk ke sebuah kandang babi milik warga bernama Yasojatulo Giawa di Dusun Harapan Maju untuk mencari perlindungan.

"Korban sempat berlari dan masuk ke kandang babi tersebut untuk menyelamatkan diri. Namun setelah beberapa waktu korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dan sudah meninggal dunia di lokasi," jelas Kasat.

Penemuan jasad korban membuat warga sekitar geger. Polisi yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan melakukan pemeriksaan untuk mengungkap kronologi kejadian.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengetahui terduga pelaku telah meninggalkan wilayah tersebut sesaat setelah kejadian. Tim gabungan kemudian melakukan pengejaran untuk mencari keberadaan IG.

3. Pelaku ditangkap di Padangsidimpuan, polisi sita senapan angin dan peluru

Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)

Upaya pengejaran yang dilakukan polisi membuahkan hasil. Keberadaan IG diketahui berada di sekitar Kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.

"Dan pada Minggu (12/07/2026) dini hari atau hanya beberapa jam berselang setelah kejadian, tim gabungan berhasil menangkap terduga pelaku," katanya.

Setelah ditangkap, IG menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Tapsel. Dalam pemeriksaan awal, IG mengaku senapan angin yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut telah dibuang ke tepi sungai di sekitar Lorong I Kampung Sedikit, Kecamatan Angkola Selatan.

Polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti. Namun saat proses pencarian berlangsung, terduga pelaku disebut berusaha melarikan diri dari pengawasan petugas.

"Pada saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti, terduga pelaku mencoba melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur yang berlaku," ungkapnya.

Setelah pemeriksaan lanjutan, IG memberikan keterangan berbeda. Ia mengaku senapan angin tersebut tidak dibuang ke sungai, melainkan disimpan di rumah kerabatnya di Desa Siopat-opat, Kecamatan Angkola Selatan.

Berdasarkan informasi tersebut, polisi bergerak menuju lokasi dan berhasil menemukan barang bukti berupa satu pucuk senapan angin. "Dari lokasi tersebut petugas berhasil menangkap barang bukti," ujarnya.

Selain senapan angin, polisi juga menyita enam butir peluru serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

"Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan di Polres Tapanuli Selatan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut," tuturnya.

Saat ini, penyidik masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut, termasuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.

"Kami masih melakukan pendalaman terhadap motif, kronologi secara menyeluruh, serta seluruh fakta yang berkaitan dengan perkara ini," ujarnya.

Kasat menegaskan, berdasarkan fakta sementara, korban diduga meninggal dunia akibat luka yang ditimbulkan oleh tembakan senapan angin yang mengenai bagian dada sebelah kiri. "Untuk kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian korban, kami tetap menunggu hasil autopsi. Hasilnya nanti akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan dan pembuktian perkara," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sumatera Utara

See More