Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jaga Pasokan Bahan Pokok di Nias, Sumut Bangun Gudang Logistik

Jaga Pasokan Bahan Pokok di Nias, Sumut Bangun Gudang Logistik
Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution berkantor di Nias selama tiga bulan. (Dok: Diskominfo Sumut)
Intinya Sih
  • Pemerintah Sumut membangun gudang logistik di Pelabuhan Roro Gunungsitoli untuk menjaga pasokan bahan pokok dan komoditas strategis di Kepulauan Nias saat cuaca buruk mengganggu distribusi laut.
  • Gubernur Bobby Nasution menggandeng BPS memetakan arus komoditas agar kebutuhan distribusi lebih akurat, menjadikan gudang sebagai pusat kendali pasokan bagi seluruh wilayah Nias.
  • Kawasan Pelabuhan Roro seluas 25.915 meter persegi akan dikembangkan tahun ini dengan berbagai zona pendukung logistik guna memperkuat infrastruktur dan efisiensi ekonomi daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Gunungsitoli, IDN Times – Gangguan cuaca yang kerap menghambat distribusi barang dari Pulau Sumatera ke Kepulauan Nias menjadi perhatian. Untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan komoditas strategis, Pemerintah Sumatra Utara menyiapkan pembangunan gudang logistik di kawasan Pelabuhan Roro, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli.

Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat pengendalian pasokan barang bagi wilayah Kepulauan Nias. Keberadaan gudang logistik ini diharapkan dapat menjadi solusi ketika jalur distribusi laut terganggu akibat kondisi cuaca buruk.

Rencana pembangunan itu disampaikan Bobby Nasution saat meninjau kawasan pengembangan Pelabuhan Roro, Kamis (16/7/2026).

1. Gudang logistik disiapkan jadi pusat kendali distribusi Nias

Gubsu tinjau Pelabuhan Roro Gusit 5.jpg.jpeg
Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution berkantor di Nias selama tiga bulan. (Dok: Diskominfo Sumut)

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan pembangunan gudang logistik di kawasan Pelabuhan Roro bertujuan memperkuat sistem distribusi barang di Kepulauan Nias. Fasilitas tersebut nantinya menjadi titik pengendalian pasokan bagi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah kepulauan.

Untuk memastikan kapasitas dan kebutuhan gudang sesuai kondisi lapangan, Pemprov Sumut akan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pemetaan arus komoditas yang masuk maupun keluar dari Kepulauan Nias.

"Untuk ini kita perlu kerjasama dengan pihak BPS (Badan Pusat Statistik), untuk mengukur sejauh mana arus komoditas di sini," ujar Bobby Nasution.

Menurut Bobby, pemetaan tersebut penting dilakukan agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan distribusi secara lebih akurat, termasuk jenis dan jumlah komoditas yang harus tersedia di gudang logistik.

2. Pelabuhan Roro dinilai strategis untuk perkuat ekonomi Nias

Gubsu tinjau Pelabuhan Roro Gusit 4.jpg.jpeg
Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution berkantor di Nias selama tiga bulan. (Dok: Diskominfo Sumut)

Bobby menilai kawasan Pelabuhan Roro Gunungsitoli memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas logistik. Selain berada di kawasan pelabuhan, lokasi tersebut juga memiliki akses darat yang menghubungkan berbagai wilayah di Kepulauan Nias.

Dengan adanya gudang logistik, pemerintah berharap proses distribusi barang dapat berjalan lebih efisien. Selain menekan biaya distribusi, fasilitas tersebut juga diharapkan mempercepat penyaluran kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Pastikan ini bisa berfungsi dengan baik, dan bisa menjadi sarana pengendalian pasokan bahan pokok dan bahan strategis lain. Karena kendala di sini, masalah cuaca yang mengganggu proses distribusi barang dari pulau Sumatera," sebut Bobby Nasution.

Selama ini, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat kelancaran pengiriman barang menuju Kepulauan Nias. Ketika jalur transportasi laut terganggu, pasokan sejumlah komoditas berpotensi mengalami keterlambatan.

3. Kawasan pelabuhan roro gunungsitoli disiapkan mulai dikembangkan tahun ini

Gubsu tinjau Pelabuhan Roro Gusit 7.jpg.jpeg
Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution berkantor di Nias selama tiga bulan. (Dok: Diskominfo Sumut)

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Setiawan menjelaskan kawasan Pelabuhan Roro Gunungsitoli memiliki luas sekitar 25.915 meter persegi. Area tersebut akan dikembangkan dengan sejumlah zona pendukung aktivitas logistik dan transportasi.

Adapun pembagian kawasan tersebut terdiri dari gudang seluas 5.668 meter persegi, area parkir 3.205 meter persegi, zona terminal 4.510 meter persegi, serta zona utilitas seluas 2.977 meter persegi.

Pemprov Sumut menargetkan pembangunan dan pengembangan kawasan Pelabuhan Roro mulai dikerjakan pada tahun ini. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur logistik di Kepulauan Nias.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sumatera Utara

See More