Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bobby Berkantor 3 Bulan di Nias: Kalau Dicibir, Gak Masalah

Bobby Berkantor 3 Bulan di Nias: Kalau Dicibir, Gak Masalah
Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution berkantor di Nias selama tiga bulan. (Dok: Diskominfo Sumut)
Intinya Sih
  • Bobby Nasution mulai berkantor di Kepulauan Nias selama tiga bulan untuk memantau langsung pembangunan dan memastikan pemerataan pelayanan pemerintah di wilayah tersebut.
  • Jembatan Sungai Moawo di Gunungsitoli menjadi prioritas utama perbaikan infrastruktur tahun ini karena kondisinya rusak parah dan mengganggu mobilitas masyarakat.
  • Pemerintah menyiapkan solusi agar proyek pembangunan tidak mengganggu ekonomi warga, dengan langkah alternatif sementara selama proses pengerjaan berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mulai menjalankan rencana berkantor di wilayah Kepulauan Nias sejak Rabu (15/7/2026). Selama tiga bulan ke depan, Bobby akan bergantian menjalankan roda pemerintahan dari Nias bersama Wakil Gubernur Sumut Surya untuk memantau langsung pembangunan di kawasan tersebut.

Pada hari pertama kunjungan kerja, Bobby langsung meninjau sejumlah infrastruktur yang dinilai memiliki peran penting bagi masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Sungai Moawo di Kota Gunungsitoli yang menjadi akses utama penghubung Gunungsitoli dengan Kabupaten Nias Utara.

Dalam peninjauan itu, Bobby melihat langsung kondisi lantai jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah hingga menyebabkan gangguan arus lalu lintas dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

1. Jembatan sungai Moawo jadi prioritas perbaikan infrastruktur

Gubsu tinjau Pelabuhan Roro Gusit 7.jpg.jpeg
Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution berkantor di Nias selama tiga bulan. (Dok: Diskominfo Sumut)

Bobby mengatakan kondisi Jembatan Sungai Moawo sudah cukup memprihatinkan sehingga pemerintah akan segera melakukan perbaikan pada tahun ini. Menurutnya, pembangunan tersebut penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan Kepulauan Nias.

"Saya tahu ini kondisinya sudah memprihatinkan, makanya tahun ini segera kita kerjakan. Saya minta dukungan dari semuanya, agar ini berjalan lancar," ujar Bobby saat melakukan peninjauan.

Bobby menyebut proyek tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun sebelumnya. Namun, pelaksanaan pembangunan mengalami penundaan akibat sejumlah kendala.

2. Pemprov Sumut bakal lakukan percepatan Pembangunan

Gubsu tinjau Pelabuhan Roro Gusit 5.jpg.jpeg
Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution berkantor di Nias selama tiga bulan. (Dok: Diskominfo Sumut)

Bobby mengatakan keputusan berkantor di Kepulauan Nias merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan di daerah yang selama ini menghadapi tantangan infrastruktur dan konektivitas.

Menurutnya, pembangunan Nias bukan hanya sekadar program daerah, tetapi bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dan pembangunan yang merata.

"Banyak orang tidak percaya, tetapi saya sudah bertekad ingin membangun (Kepulauan) Nias. Kalau ada yang mencibir, mengejek, bagi saya tidak masalah. Karena kami hadir atas nama pemerintah dan saya menjalankan tugas negara untuk hadir di sini. Kuncinya, jangan sampai dihalang-halangi," ujar Bobby.

Ia menegaskan pemerintah akan terus bekerja untuk menjawab kebutuhan masyarakat Nias, terutama dalam memperbaiki infrastruktur yang menjadi penunjang aktivitas ekonomi dan sosial warga.

3. Pemerintah cari solusi agar pembangunan tidak ganggu ekonomi warga

Gubsu tinjau Pelabuhan Roro Gusit 8.jpg.jpeg
Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution berkantor di Nias selama tiga bulan. (Dok: Diskominfo Sumut)

Selain memastikan pembangunan berjalan, Bobby juga menyoroti dampak yang mungkin muncul terhadap aktivitas masyarakat selama proses pengerjaan proyek berlangsung.

Ia mengatakan pemerintah tidak ingin pembangunan justru membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian atau mengalami gangguan ekonomi. Karena itu, solusi alternatif akan disiapkan selama proyek berlangsung.

"Jika ada yang belum selesai, kita bisa carikan solusi bersama. Saya juga tidak mau ada masyarakat yang ekonominya terganggu (hilang) akibat pembangunan. Tetapi memang ada dampaknya, dan kita bisa buatkan alternatif sementara selama pekerjaan berlangsung," kata Bobby.

Dengan berkantor langsung di Nias selama tiga bulan, Bobby berharap pemerintah dapat lebih dekat melihat persoalan di lapangan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sumatera Utara

See More