Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sempat Dirawat, Satu Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Meninggal

Sempat Dirawat, Satu Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Meninggal
KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Intinya Sih
  • Seorang taruna Poltekpel Malahayati bernama Fakhri Herdieco meninggal dunia di RSUDZA Banda Aceh setelah dirawat akibat luka bakar dari ledakan ruang mesin KMP Aceh Hebat 2.
  • Fakhri mengalami luka bakar hingga 62 persen dan sempat dirawat intensif lebih dari sepekan sebelum jenazahnya dipulangkan ke Medan untuk dimakamkan.
  • Masih ada 14 korban lain dari insiden ledakan tersebut yang menjalani perawatan di RSUDZA dan belum diperbolehkan pulang oleh tim medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banda Aceh, IDN Times - Satu korban ledakan di ruang mesin Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Kota Banda Aceh, Sabtu (20/6/2026) malam.

Korban meninggal dunia bernama Fakhri Herdieco (19), warga Sumatera Utara. Ia merupakan taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati yang menjadi korban dalam insiden ledakan di ruang mesin kapal yang terjadi pada 12 Juni 2026 lalu.

1. Meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ICU

Direktur SDM dan Layanan Korporasi ASDP, Ardhi Ekapaty, saat menjenguk para korban ledakan ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 di RSUD dr Zainoel Abidin, Kota Banda Aceh. (Dokumentasi untuk IDN Times)
Direktur SDM dan Layanan Korporasi ASDP, Ardhi Ekapaty, saat menjenguk para korban ledakan ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 di RSUD dr Zainoel Abidin, Kota Banda Aceh. (Dokumentasi untuk IDN Times)

Humas RSUDZA, Rahmadi, mengatakan Fakhri dirawat di ruang ICU 1 sejak dirujuk ke rumah sakit akibat luka bakar yang dialaminya.

Menurut Rahmadi, kondisi pasien sempat mengalami penurunan pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Tim medis kemudian memberikan penjelasan kepada keluarga terkait perkembangan kondisi pasien.

Pada pukul 22.10 WIB, tim medis kembali melakukan pemeriksaan. Namun kondisi Fakhri terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.50 WIB.

"Pasien meninggal dunia di hadapan keluarga dan perawat ICU 1 pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 22.50 WIB," kata Rahmadi, saat dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026).

2. Korban mengalami luka bakar hingga 62 persen

WhatsApp Image 2026-06-12 at 17.15.48.jpeg
Polisi melakukan olah TKP di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2. (Dokumentasi Polresta Banda Aceh untuk IDN Times)

Rahmadi menjelaskan Fakhri merupakan salah satu korban dengan kondisi luka bakar cukup berat akibat insiden ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2.

Korban diketahui mengalami luka bakar hingga 62 persen pada tubuhnya dan menjalani perawatan intensif selama lebih dari sepekan.

Jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUDZA untuk dilakukan fardu kifayah sebelum disalatkan di Masjid Raudhatul Jannah yang berada di lingkungan rumah sakit.

Setelah seluruh proses pemulasaraan selesai dilakukan, jenazah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kota Medan, Sumatera Utara.

Rahmadi mengatakan jenazah dibawa menggunakan ambulans pada Minggu sekira pukul 01.50 WIB.

3. Ada 14 korban lagi masih dirawat

20260612_142719.heic
KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Sementara itu, kata Rahmadi, hingga saat ini masih terdapat 14 korban lainnya yang menjalani perawatan di RSUDZA.

Seluruh korban masih dalam pemantauan dan belum ada yang diperbolehkan pulang oleh tim medis.

Sebelumnya diberitakan, 15 orang menjadi korban ledakan yang terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal sandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).

Adapun para korban, yakni 14 orang merupakan taruna Poltekpel Malahayati dan seorang lagi selaku kepala Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More