Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Melemah, Wisatawan Malaysia-Singapura Berpeluang Liburan ke Sumut
Uang kertas Rupiah di bawah Lampu Sinar UV (iStock/Yorl Melrizan)
  • Pelemahan Rupiah terhadap Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura dinilai mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara, terlihat dari data BPS yang mencatat lonjakan signifikan pada April 2026.
  • Selisih kurs yang menguntungkan meningkatkan daya beli wisatawan Malaysia dan Singapura saat berbelanja, menginap, serta menikmati kuliner di Sumut, menjadi peluang bagi pelaku usaha pariwisata lokal.
  • Selain faktor nilai tukar, harga tiket pesawat, penerbangan langsung, dan promosi destinasi juga berperan penting dalam menentukan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Maret 2026

BPS Sumut mencatat jumlah kunjungan wisatawan Malaysia ke Sumatera Utara sebanyak 7.364 orang.

April 2026

Data BPS Sumut menunjukkan lonjakan kunjungan wisatawan Malaysia sebesar 30,56 persen menjadi 9.614 orang dan wisatawan Singapura naik 0,8 persen menjadi 631 orang.

7 Juni 2026

Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menilai pelemahan Rupiah terhadap Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara.

kini

Pelemahan Rupiah terus membawa peluang bagi sektor pariwisata Sumatera Utara dengan meningkatnya minat wisatawan dari Malaysia dan Singapura.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura memicu potensi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara, terutama dari Malaysia dan Singapura.
  • Who?
    Wisatawan asal Malaysia dan Singapura, pelaku usaha pariwisata di Sumatera Utara, serta pengamat ekonomi Gunawan Benjamin yang memberikan penilaian terhadap kondisi tersebut.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi di wilayah Sumatera Utara, dengan data kunjungan wisatawan tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut.
  • When?
    Data peningkatan kunjungan wisatawan tercatat pada April 2026, sementara pernyataan pengamat disampaikan pada Minggu, 7 Juni 2026.
  • Why?
    Pelemahan Rupiah membuat biaya perjalanan ke Sumatera Utara menjadi lebih murah bagi wisatawan asing karena selisih kurs yang menguntungkan meningkatkan daya beli mereka.
  • How?
    Daya beli wisatawan meningkat saat berbelanja, menginap, dan berwisata kuliner; namun dampak maksimal tetap bergantung pada harga tiket pesawat, penerbangan langsung, serta promosi destinasi wisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sekarang uang Rupiah jadi lemah dibanding uang Malaysia dan Singapura. Karena itu orang dari dua negara itu bisa liburan ke Sumatera Utara lebih murah. Banyak yang datang buat jalan-jalan, belanja, dan makan enak di sana. Kata pak ahli ekonomi, ini bikin wisata jadi ramai, tapi tiket pesawat dan promosi juga penting supaya makin bagus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pelemahan Rupiah yang biasanya dianggap negatif justru membuka peluang positif bagi sektor pariwisata Sumatera Utara. Dengan nilai tukar yang lebih menguntungkan, wisatawan Malaysia dan Singapura menikmati biaya perjalanan yang lebih terjangkau, sehingga mendorong peningkatan kunjungan. Kondisi ini memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat pelayanan dan promosi destinasi daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura belakangan ini ternyata membawa angin segar bagi sektor pariwisata Sumatera Utara.

Mata uang tetangga yang menguat membuat biaya perjalanan ke Sumut jadi lebih murah bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Singapura.

1. Pelemahan Rupiah terhadap dua mata uang tetangga dinilai berpotensi mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah Sumut

Potret Danau Toba. (dok. Kemenpar)

Tren ini terlihat jelas dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut pada April 2026.

Pengamat ekonomi sekaligus pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menilai pelemahan Rupiah terhadap dua mata uang tetangga itu berpotensi mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah ini.

“Pelemahan Rupiah terhadap Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura memang menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut,” ujar Gunawan Benjamin, pada Minggu (7/6/2026).

2. Selisih kurs yang menguntungkan membuat daya beli wisatawan

Danau Toba (google: Kulkulbali.co)

Gunawan menjelaskan, selisih kurs yang menguntungkan membuat daya beli wisatawan dari Malaysia dan Singapura relatif lebih tinggi saat berbelanja, menginap, hingga berwisata kuliner di Sumut.

Menurutnya, kondisi ini bisa menjadi momentum bagi pelaku usaha pariwisata untuk meningkatkan pelayanan dan promosi.

3. Faktor harga tiket pesawat, ketersediaan penerbangan langsung hingga promosi destinasi wisata

Patung Kristus Penyelamat di Bukit Sibeabea, Samosir, Sumut merupakan destinasi wisata baru di sekitar Danau Toba (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Meski demikian, dia mengingatkan pelemahan Rupiah terhadap dua mata uang itu tidak berdiri sendiri. Faktor lain seperti harga tiket pesawat, ketersediaan penerbangan langsung, hingga promosi destinasi wisata juga turut menentukan naik-turunnya kunjungan wisatawan.

“Jadi pelemahan Rupiah ini bisa jadi katalis, tapi tetap harus diimbangi dengan kesiapan destinasi dan aksesibilitas yang baik agar dampaknya benar-benar terasa,” pungkasnya.

Sebelumnya, data BPS Sumut mencatat pada April 2026 jumlah kunjungan wisatawan dari Malaysia melonjak 30,56 persen secara bulanan menjadi 9.614 orang, dari sebelumnya 7.364 orang pada Maret 2026. Sementara kunjungan wisatawan dari Singapura naik 0,8 persen menjadi 631 orang.

Editorial Team

Related Article