Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RSUD Meuraxa Buka Layanan Kateterisasi Jantung Anak Pertama di Aceh
RSUD Meuraxa di Kota Banda Aceh mulai menyediakan pelayanan kateterisasi jantung bagi anak dan pasien dengan penyakit jantung bawaan pertama di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • RSUD Meuraxa di Banda Aceh resmi menjadi fasilitas pertama di Aceh yang menyediakan kateterisasi jantung anak dan penyakit jantung bawaan, setelah layanan mulai berjalan sejak Mei 2026.
  • Layanan menangani kelainan bawaan sederhana seperti ASD, VSD, dan PDA tanpa operasi terbuka, didukung tenaga kompeten serta teknologi zero fluoroscopy dan zero contrast.
  • Kasus jantung bawaan kompleks masih dirujuk ke pusat nasional karena RSUD Meuraxa belum mampu melakukan bedah jantung anak; Pemko menyiapkan pengembangan fasilitas, SDM, dan kolaborasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa menjadi fasilitas kesehatan pertama di Kota Banda Aceh sekaligus di Aceh yang menyediakan pelayanan kateterisasi jantung bagi anak dan pasien dengan penyakit jantung bawaan.

Fasilitas tersebut diresmikan oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, bersama jajaran terkait di RSUD Meuraxa, Senin, 31 Agustus 2026. Turut disaksikan pula Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK), dr Muhadi.


1. Pelayanan pertama dan satu-satunya di Aceh

RSUD Meuraxa di Kota Banda Aceh mulai menyediakan pelayanan kateterisasi jantung bagi anak dan pasien dengan penyakit jantung bawaan pertama di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Illiza mengatakan keberadaan fasilitas tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan jantung, khususnya bagi anak-anak dengan penyakit jantung bawaan.

"Ini baru satu-satunya yang ada di Kota Banda Aceh, baru satu-satunya juga yang ada di Aceh," kata Illiza.

Menurutnya, selama ini anak-anak Aceh yang membutuhkan penanganan penyakit jantung bawaan harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Kondisi itu membuat pasien dan keluarga harus mengeluarkan biaya besar serta menunggu waktu cukup lama.

Bahkan, kata Illiza, antrean pasien untuk mendapatkan pelayanan serupa di Jakarta dapat berlangsung hingga berbulan-bulan.

Namun, sejak Mei 2026, RSUD Meuraxa telah mulai memberikan pelayanan kateterisasi jantung anak dengan dukungan tenaga medis yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

Selain tenaga medis, RSUD Meuraxa juga telah dilengkapi peralatan untuk mendukung tindakan kateterisasi jantung. Salah satunya teknologi zero fluoroscopy dan zero contrast yang memungkinkan tindakan tertentu dilakukan tanpa paparan sinar-X dan penggunaan zat kontras.

"Nah, jadi sudah tidak ada radiasi, pakai USG, kemudian juga tidak perlu dioperasi belah dada," ujarnya.


2. Kasus sederhana sudah bisa ditangani

RSUD Meuraxa di Kota Banda Aceh mulai menyediakan pelayanan kateterisasi jantung bagi anak dan pasien dengan penyakit jantung bawaan pertama di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSJPDHK, Muhadi, mengatakan RSUD Meuraxa memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan deteksi dini maupun tata laksana penyakit jantung pada pasien dewasa dan anak.

Menurutnya, layanan pemasangan ring untuk pasien dewasa di RSUD Meuraxa juga telah berjalan sejak 2024 dan memiliki jumlah kasus yang cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat Aceh.

Sementara untuk pasien anak, layanan intervensi jantung kini mulai dikembangkan dengan dukungan sumber daya manusia dan peralatan yang tersedia.

"Untuk pediatrik saat ini sudah memulai dan saya rasa juga akan berkembang, karena memang SDM-nya sudah baik, peralatannya juga sudah cukup baik," kata Muhadi.

Ia mengatakan RSJPD Harapan Kita sebagai rumah sakit pengampu nasional pelayanan kardiovaskular siap memberikan dukungan terhadap pengembangan layanan di RSUD Meuraxa.

Dukungan tersebut mencakup proctorship serta peningkatan kapasitas dokter, perawat, dan teknisi kardiovaskular.


3. Penyakit jantung bawaan kompleks masih dirujuk

RSUD Meuraxa di Kota Banda Aceh mulai menyediakan pelayanan kateterisasi jantung bagi anak dan pasien dengan penyakit jantung bawaan pertama di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Meuraxa, dr Lyra Febrianda Sp JP(K)-FIHA, menjelaskan penyakit jantung bawaan pada anak terbagi dalam kasus sederhana dan kompleks.

Untuk kasus sederhana, khususnya kelainan dengan aliran darah dari sisi kiri ke kanan, RSUD Meuraxa sudah mampu melakukan tindakan hingga tuntas tanpa operasi terbuka.

"Kalau itu kita seperti ASD, VSD, dan PDA. Nah, untuk jenis tipe itu kita sudah bisa lakukan tuntas di sini," kata Lyra.

Atrial Septal Defect (ASD), Ventricular Septal Defect (VSD), dan Patent Ductus Arteriosus (PDA) merupakan sejumlah jenis kelainan jantung bawaan yang dapat ditangani melalui tindakan intervensi tanpa pembedahan terbuka pada kondisi tertentu.

Sementara untuk penyakit jantung bawaan kompleks, terutama critical congenital heart disease, kemampuan RSUD Meuraxa masih terbatas.

Lyra mengatakan tindakan awal untuk menyelamatkan nyawa pasien dengan kondisi tertentu sudah dapat dilakukan, salah satunya melalui PDA stenting. Namun, tindakan koreksi total yang membutuhkan bedah jantung anak belum dapat dilakukan di RSUD Meuraxa.

"Tapi untuk total koreksinya, itu masih dilakukan pembedahan dan saat ini kita masih ada keterbatasan, belum mampu melakukan bedah jantung anak. Sehingga kita masih harus mengirim pasien-pasien dengan penyakit jantung bawaan kompleks itu ke pusat rujukan nasional, salah satunya Rumah Sakit Jantung Harapan Kita," ujarnya.


4. Pemko siapkan pengembangan layanan

RSUD Meuraxa di Kota Banda Aceh mulai menyediakan pelayanan kateterisasi jantung bagi anak dan pasien dengan penyakit jantung bawaan pertama di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Illiza berharap layanan jantung di RSUD Meuraxa terus dikembangkan, termasuk penambahan fasilitas untuk tindakan bedah jantung anak.

Menurutnya, RSUD Meuraxa telah memiliki sumber daya manusia yang dapat mendukung pengembangan layanan tersebut. Pemko Banda Aceh juga berencana memperkuat kolaborasi dengan RSJPD Harapan Kita melalui pelatihan secara berkala.

Pemko Banda Aceh, kata Illiza, juga akan mengupayakan dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan, mengingat kebutuhan peralatan untuk pengembangan layanan jantung membutuhkan biaya besar.

"Tentu kami akan melakukan audiensi, terutama dengan Pak Menteri Kesehatan karena peralatan ini tidak murah. Kemudian juga Pemerintah Kota apa pun yang kami bisa support, insyaallah kita akan support," katanya.

Ia meminta RSUD Meuraxa menyusun kebutuhan pengembangan layanan, mulai dari peralatan, sistem pengelolaan hingga kebutuhan sumber daya manusia.

Langkah tersebut dinilai penting karena layanan kateterisasi jantung anak di RSUD Meuraxa berpotensi menjadi salah satu tujuan pasien dari berbagai daerah di Aceh.

Dengan hadirnya layanan ini, anak-anak dengan penyakit jantung bawaan sederhana di Aceh kini memiliki pilihan penanganan yang lebih dekat. Sementara pasien dengan kondisi kompleks masih akan mendapatkan rujukan ke pusat layanan jantung nasional sesuai kebutuhan medisnya.


Curated For You

Editorial Team

Related Article