RSUD Meuraxa di Kota Banda Aceh mulai menyediakan pelayanan kateterisasi jantung bagi anak dan pasien dengan penyakit jantung bawaan pertama di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Meuraxa, dr Lyra Febrianda Sp JP(K)-FIHA, menjelaskan penyakit jantung bawaan pada anak terbagi dalam kasus sederhana dan kompleks.
Untuk kasus sederhana, khususnya kelainan dengan aliran darah dari sisi kiri ke kanan, RSUD Meuraxa sudah mampu melakukan tindakan hingga tuntas tanpa operasi terbuka.
"Kalau itu kita seperti ASD, VSD, dan PDA. Nah, untuk jenis tipe itu kita sudah bisa lakukan tuntas di sini," kata Lyra.
Atrial Septal Defect (ASD), Ventricular Septal Defect (VSD), dan Patent Ductus Arteriosus (PDA) merupakan sejumlah jenis kelainan jantung bawaan yang dapat ditangani melalui tindakan intervensi tanpa pembedahan terbuka pada kondisi tertentu.
Sementara untuk penyakit jantung bawaan kompleks, terutama critical congenital heart disease, kemampuan RSUD Meuraxa masih terbatas.
Lyra mengatakan tindakan awal untuk menyelamatkan nyawa pasien dengan kondisi tertentu sudah dapat dilakukan, salah satunya melalui PDA stenting. Namun, tindakan koreksi total yang membutuhkan bedah jantung anak belum dapat dilakukan di RSUD Meuraxa.
"Tapi untuk total koreksinya, itu masih dilakukan pembedahan dan saat ini kita masih ada keterbatasan, belum mampu melakukan bedah jantung anak. Sehingga kita masih harus mengirim pasien-pasien dengan penyakit jantung bawaan kompleks itu ke pusat rujukan nasional, salah satunya Rumah Sakit Jantung Harapan Kita," ujarnya.